Happy Reading♥
______________ლლლ_______________
Ava mengernyit bingung ketika di meja kantin yang berisi teman teman nya kini bertambah satu perempuan asing.
"Ava, sini kenalan." Ava tersenyum tipis kemudian duduk ditempat yang kosong, masih di meja yang sama.
"Kenalin, dia Karin, anak pindahan sekolah luar negeri nih." Ava menjabat tangan Karin ketika Karin menjulurkan tangan.
"Ava," Karin tersenyum, cantik.
"Boleh kan, gabung sini?" Ava tersenyum mengangguk. Tak sadar kalau senyum nya semakin memikat Karin yang kalian tau... Karin berbeda.
Masih ingat Karin? Teman kecil Rafa yang memiliki wajah luar negeri karena blasteran. Kalau tak ingat coba kembali ke part 11.
Ava menatap teman teman nya dengan raut bingung. Ia masih belum terlalu mengerti. Pernah Viva bilang kalau persahabatan mereka cukup ber-empat saja tidak bertambah dan tidak boleh berkurang. Namun kini...
"Karin, bukannya kalo sekolah luar negeri dengan umur yang sama kayak kita seharus nya udah lulus ya?" Karin mendongak menatap Ratu yang bertanya padanya.
"Iya, emang udah lulus. Tapi gue pengen ngerasain sekolah di Indonesia, dan beruntung bokap gue ngebolehin, yaudah gue lanjutin walau.. Ya, you know pake uang." Keempat nya mengangguk mengerti. Berarti sama seperti Scarviu dan Graciel.
"Ava, gak makan?" Ava mendongakan menatap Scarviu yang berdiri di belakang nya.
"Males pesen," Wajah imut Ava semakin terlihat jika Ava mendongak melihat Scarviu sepert ini.
"Ava mau makan apa?" Ava berbinar, peka sekali.
"Sebl-"
"Oke, Bakso." Scarviu sudah pergi meninggalkan meja Ava. Apa apaan itu?! Untuk apa bertanya kalau memutuskan sendiri? Ava jadi kesal.
"Dilarang baper," peringatan dari Cia membuat semua menoleh pada Cia.
Cia tadi memperhatikan wajah Karin. Ia memang sedikit tak menyukai Karin, entah kenapa. Dari wajah nya tadi, ekspresi Karin seperti... Cemburu dan tak suka.
Cia tak ingin ada perusak.
"Dia Arvi, pacarnya Ava. Emang sering banget ngebaperin Ava, Arvi itu dingin dingin bucin parah." jelas Ratu sebelum memasukan bakso kecil kedalam mulut nya. Karin hanya membulatkan bibir nya seolah mengerti. Dalam hati sebenarnya ia menggerutu. Sudah punya pacar ya? Seperti nya sulit. Apalagi pacar Ava sangat tampan.
"Nih, gak boleh make saos ataupun sambal." Ava menyatukan ujung jari telunjuk dengan ujung ibu jari membentuk huruf 'O'
Scarviu berlalu pergi meninggalkan kantin. Seperti itu semenjak sekolah. Memangnya Scarviu makan? Tidak. Hanya ingin melihat Ava-nya.
Ava melihat Scarviu yang sudah tak terlihat. Tangan nya menyentuh botol sambal namun gagal mengambil saat melihat tatapan satu meja yang ia tempati. Tajam, panas, menakutkan. Ava menarik tangan nya lalu mengalihkan pandangan kearah lain. Merinding.
°•°•°•°•°•°
Entah bagaimana bisa, Ava baru keluar dari kantor guru guru yang beberapa menit lalu salah satu guru memanggil nya. Ava dinyatakan tak bisa ikut program belajar cepat luar kota karena Ava jarang masuk sekolah. Ava juga terkejut tadi sampai sekarang. Ia sangat ingin ikut program itu namun mungkin ini bukan kesempatan nya.
"Kiww, cewek. Galau nih, ye. Sini sama abang." Ava semakin tak memiliki mood jika sudah mendengar gangguan tersebut.
Ava tetap berjalan menghiraukan suara setan.
KAMU SEDANG MEMBACA
All Secrets [End]
Ficção Adolescente[Follow sebelum membaca] [Belum revisi] °°°°° Tempat mereka, para teman teman nya berkeluh kesah tentang kehidupan yang dijalani. Menjadi 'tempat sampah' teman teman nya, menjadi tempat untuk keluarnya air mata teman teman nya, pelukan hangat yang d...
![All Secrets [End]](https://img.wattpad.com/cover/265250727-64-k168816.jpg)