30. Pikiran Yang Rumit

189 34 51
                                        

'Lantas mengapa ku masih menaruh hati?'

-Juicy Luicy-

❀° ┄──────────────╮


Hari ini Ava kembali bersekolah, itupun ada sebabnya.

Ava ditelepon pihak sekolah yang diwakili wali kelasnya karena Ava sering tak masuk sekolah tanpa keterangan. Teguran yang diberikan mampu mengguncang pikiran Ava yang tadinya seperti benang kusut, menjadi tambah kusut lagi.

Pagi ini, Ava sudah melangkah didampingi dengan Scarviu dan Graciel disampingnya. Menjadi pusat perhatian sebenarnya bukan kebiasaan Ava, tapi sekarang ia seperti ditatap banyak mata karena robot laki laki di sampingnya ini tengah tebar pesona. Siapa lagi kalau bukan Graciel? Ya kali Scarviu.

Ava menyenggol siku Graciel bermaksud memperingati, namun yang terjadi adalah Graciel menoleh dan memberikannya senyum menggoda. Ava sampai merinding. Tampan sih tapi kelihatan... Crazy.

"Tinggalin aja kali, ya?" tanya Ava pada Scarviu yang menjadi menoleh padanya.

Scarviu sedikit berfikir kemudian melihat ke arah Graciel kemudian mengangguk.
"Ayo," Ava mengangguk kemudian berlari menarik Scarviu meninggalkan Graciel yang belum sadar kalau ia ditinggalkan.

Sesampainya dikelas, Ava mengatur nafasnya kemudian duduk ditempat yang biasa ia duduki begitu juga dengan Scarviu.

"Lo berdua ngapain lari lari?" tanya Ratu mendekati meja Ava dan duduk di kursi disebelah Ava yang kosong.

"Takut dikejar abang seleb," jawab Ava dengan masih mengatur nafasnya. Ratu memiringkan kepalanya bingung.

Baru membuka mulut ingin bertanya, seseorang datang dengan berlari memasuki kelas Ava. Graciel datang dengan rambutnya yang poninya sudah panjang sampai jatuh menutupi kening. Biasanya, Graciel akan memperlihatkan kening cetar nya.

"Heh! Gak sopan banget ninggalin segala." dengan gaya seolah manusia normal, Graciel membungkuk, tangan nya menyentuh lutut seolah kelelahan berlari.

"Siapa suruh menebar dosa? Yaudah kita tinggalin aja." Jawab Ava setelahnya ia menjulurkan lidah, meledek.

Graciel menyugar poninya kebelakang dan memperlihatkan kening cetarnya.

"Tuh! Gak usah sok ganteng, bang! Malu sama bulu ketek!" Cibir Ava.

"Ada apa gerangan bulu ketek?" Viva datang sembari meletakkan tas nya di kursi samping Ava dan duduk di depan meja Ava.

"Eh, Bu bos baru dateng. Kesiangan, Bu?" tanya Graciel menatap Viva.

"Kesorean, Mas."

° • ° • ° • ° • °

Bel istirahat baru berbunyi, Ava merapikan meja nya dan bersiap untuk ke kantin.

"Ayo, cepetan."

"Yok," Ava menoleh kearah pintu, suara yang menyahuti ajakannya ada di pintu sana.

Ava memutar bola matanya malas, tak bisakah ia memiliki hari yang damai?

"Viu, mau ke kantin." Ava kini beralih pada Scarviu yang sudah berdiri dari tempatnya. Mengaitkan tangannya dan mendongak menatap Scarviu.

"Yuk," mendapati jawab dari Scarviu, Ava melihat ke teman temannya yang sudah siap.

"Ayo, lah." ajak Ava pada Ratu dan Viva.

All Secrets [End]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang