┃6

3.6K 543 57
                                        

Setelah memberi petuah hebat kepada Chifuyu, Mikey merasa lapar dan beruntungnya masih ada dorayaki yang sudah mendingin diatas meja.

Tanpa basa basi, segeralah Mikey mencomot satu dan melahapnya dengan rakus. Hingga menyisakan beberapa ampas roti di sudut bibirnya.

"Swayang sekwali yha, pwadahal jikwa tau dari awwal, kami biswa tiwap hari mwakan gratisw di twempat mwu"Ucap Mikey dengan mulut yang penuh dengan dorayaki.

"Hah? Apa Mikey-kun?"

Mikey segera menelan dorayakinya agar ia dapat berbicara dengan jelas, "Sayang sekali ya, padahal jika tau dari awal, kami bisa setiap hari makan gratis ditempat mu"

"Ya ga gitu juga lah bang, tekor kali aku nanti"

"Bercanda kok~ oh iya hampir lupa! Kok bisa kenal sama (Name)?"

Chifuyu dan (Name) saling bertatapan sebelum akhirnya (Name) angkat bicara.

"Chifuyu waktu itu menyelamatkanku"

Mikey tak menimpali, ia memilih diam sembari menunggu apa yang akan dikatakan gadis ini lebih lanjut.

"Saat itu aku sedang mencari pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidupku, dua hari lamanya dan tidak ada satupun yang mau menerimaku. Sampai pada akhirnya tepat jam 10 malam, aku memutuskan untuk pulang kerumah"

"Tapi sialnya saat ditengah jalan, sekelompok preman pasar menghadangku. Mereka ingin melakukan hal yang bejat pada tubuhku"

"Aku melakukan perlawanan, menendang dan memukul sebisaku. Karena saat itu aku sedang berada di fase down dan lelah, aku pun tersudutkan"

"Disaat itulah Chifuyu datang dan menolongku. Preman itu kalah dan lari. Chifuyu terluka. Untuk yang kesekian kalinya seseorang harus terluka karena melindungiku"

"Aku sempat shock melihat keadaan Chifuyu, tapi dia bilang dia baik-baik saja dan masih sempat menanyai keadaanku"

"Dia bertanya kenapa aku berada disini malam-malam, aku pun menjawab seadanya. Dan kebetulan sekali ia sedang mencari seorang pelayan restorant dan aku menyetujuinya"

"Dia membawaku ke restorantnya. Aku berkenalan baik dengan ibu dan rekan-rekan disana. Mreka semua menerimaku"

"Jadi semenjak saat itu aku dan Chifuyu terbilang lumayan dekat, aku juga tau kalo dia bagian dari anak Toman"

"Dia bercerita dengan wajah yang sangat datar"Mikey memandang lekat-lekat wajah (Name) yang nampak tanpa ekspresi itu.

"Ya, seperti itulah critanya Mikey-kun"Chifuyu angkat bicara.

"Aa souka? Cerita yang menarik"

"Trimakasih"(Name) dengan nada bicara khas nya.

"Kalo begitu nanti aku akan memberitahu kepada yang lainnya soal ini"Alih Chifuyu.

"Nah begitu lebih baik"

"Sudahkan? Kalo begitu aku pergi, aku harus bekerja"

(Name) mulai beranjak dari sana dan menatap sekilas kearah Mikey. Mreka berdua saling adu pandang.

"Barengan aja (Name). Kebetulan aku juga ingin kesana"

"Oh, oke"

Mikey yang mendengar hal itu menjadi sedikit ambyar, tapi apalah daya ia hanya sebatas teman bagi (Name). Teman yang baru saja ia kenal. Tak kebih.

Mikey jadi sedikit iri dengan kedekatan (Name) dan Chifuyu. Gadis yang membuatnya tertarik itu malah sudah mempunyai seseorang yang spesial dan dekat dengannya.

Bahkan seseorang itu adalah teman satu geng atau bawahannya sendiri.

Masih ada harapan kah?

Harapan untuk membuat (Name) menjadi milikya?

Masih adakah?

"Mikey"

Mikey mendongak lantaran suara bak melodi itu menyeru namanya.

"Trimakasih.. Sampai jumpa"

Sudut bibir Mikey tertarik keatas, mengulum seutas senyum lembut kearah (Name) yang mulai menghilang dari balik pintu.

Walau terkesan datar dan dingin, namun Mikey sangat senang dengan ucapan seribu makna itu. Hatinya berbunga-bunga hanya dengan sebait kalimat yang keluar dari bibir mungil (Name).

"Yah! Masih ada harapan"

⊙⊙⊙⊙⊙

Dinginnya jalanan Tokyo tak membuat kedua insan yang tengah berboncengan itu menghentikan aktivitasnya. Malah semakin kesini, kecepatan motornya semakin bertambah.

Setelah sesiangan harinya ia habiskan untuk mengobrol didalam markas Toman dan sorenya ia bekerja di restorant milik keluarga Matsuno, (Name) pun memutuskan untuk pulang mengingat restorant hari ini tutup lebih awal.

Chifuyu lah yang mengantarkannya ke rumah. Karena dari dulu Chifuyu sudah berjanji, jika ia luang, ia akan menyempatkan waktu untuk mampir ketoko dan mengantarkan (Name) pulang dengan selamat.

Gentleman sekali miskah. Calon siapa ini? Yap! Calonnya author.g

(Name) seringkali menolak ajakan Chifuyu, tapi mengingat Chifuyu adalah bos mudanya dan perintah bos adalah mutlak, jadi mau tidak mau (Name) harus menuruti perkataan pria tampan itu.

Beruntung sekali mbak (Name) ini iya kan?

Sesampainya di depan pagar rumah, (Name) pun segera turun dari motor dan mengucapkan 'terimakasih' kepada Chifuyu.

Chifuyu membalasnya dengan tersenyum lembut dan mengangguk pelan.

"Jaga dirimu baik-baik"

Ucap pria itu sebelum akhirnya melajukan motornya kembali dan pergi dari kawasan area rumah (Name).

(Name) menatap datar seperti biasa kemudian masuk kedalam rumah sederhananya.

Membuka kunci, memutar knop pintu dan meletakkan sepatu kedalam rak khusus sepatu. Menutup kembali pintu dan tak lupa menguncinya agar aman mengingat setelah ini ia akan pergi tidur.

(Name) berjalan gontai kearah ruang tengah untuk menekan saklar lampu dan mulai berjalan kedalam kamar.

Sampainya disana ia segera meletakkan tasnya diatas ranjang dan melepas dasi sebelum akhirnya berjalan mendekat kearah meja rias.

(Name) duduk di kursi dan melihat sekilas pantulan raut wajah kusamnya di cermin.

"Nah begini lebih baik~"

Seketika ia teringat perilaku Mikey kepadanya siang tadi. Saat dengan sangat sopannya Mikey menarik bibirnya keatas dan membuatnya tersipu malu untuk yang pertama kalinya.

Tangan (Name) perlahan terulur dan menarik sudut bibirnya sendiri sama persis dengan apa yang Mikey lakukan padanya siang tadi.

(Name) benar-benar tak percaya dengan hasil yang ia lakukan. Sungguh konyol dan terkesan kikuk.

Jadi ini yang Mikey lihat dari dirinya siang tadi?

"Dasar! cebol sialan"

Next?

𝗖𝗛𝗔𝗡𝗚𝗘╵ˢ.ᵐᵃⁿʲⁱʳᵒᵘTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang