┃44

1.1K 224 9
                                        

Aku menyapu netra. Melihat ke arah sana dimana anak-anak Toman sudah mulai kualahan.

Mereka semua sudah kena mental. Tidak sanggup lagi melanjutkan peperangan ini mengingat power mereka tidaklah sekuat kami.

Bahkan kini jumlah pasukan Valhalla semakin bertambah banyak. Sedangkan Toman yang hanya terdiri dari 150 orang saja sudah tinggal setengahnya.

Itu membuatku geram!

Apa-apaan mereka itu? Apa cuma sebatas itu semangat mereka?.

Lalu apa gunanya sorakan tempo hari yang menyeru bahwa Toman pasti penang?.

Bualan semata kah? Kebohongan nyata kah?.

Aku menerobos masuk ke dalam kerumunan. Menendangi satu persatu pasukan Valhalla hingga membuatnya tepar.

Anak-anak Toman nampak memandang kaget ke arahku. Karena tiba-tiba aku datang seolah ingin membantu.

"MAJU SINI KLEAN AJG!!"

Pekikku seraya meninju salah satu anggota Valhalla.

"Aku gak bakal tepar!! Perseteruan ini akan aku akhiri!!"

Sial! Tubuhku mulai lemas! Aku seperti sudah di ambang kebatasan.

Semua anak Toman nampak tertegun melihatku. Sepertinya mereka sudah mulai terpengaruhi.

"Semuanya... akan..."

"..."

"KUHABISI!!!"

Ini adalah batasanku. Tubuhku sudah sangat lemas. Tubuhku ambruk. Tubuhku merosot jatuh.

Tapi sepertinya takdir memihak.

Hingga mendatangkan Mitsuya untuk menangkap tubuh ini agar tidak terjatuh ke tanah.

Mau teriak senang, tapi hatiku cuma buat Mikey.

Bismillah, gak oleng sama mas Taka.

"Boleh juga, (Name)"

Samar-samar aku mendengar pria itu memuji diriku. Dan juga samar-samar aku mendengar para anak Toman mulai bersorak semangat.

"Draken,"

Mitsuya menyeru nama Draken yang ada di depan sana. Membuat pria itu langsung segera menoleh ke arah kami.

"Situasinya sudah terkendali, kok"

Mendengar itu Draken menyeringai lebar. Sebelum kemudian sedikit melakukan pemanasan dengan melemaskan otot-otot kaki.

"Kayaknya aku udah gak perlu melindungi mereka ya. Mari fokus menyerang"

Draken kemudian melirik kearahku. Menyeringai tipis seolah merasa bangga dengan sesuatu.

"Mataku telah terbuka, (Name). AYO GAS SEMUA!!"

Setelah pekikan lantang itu, semua anak Toman mulai kembali menyerang. Dengan Draken yang memimpin di depan mereka.

Sedangkan aku malah merasa menjadi beban disini. Adanya aku malah menyusahkan mereka, bukan membantu mereka.

Sialan!.

"Lihatlah itu, (Name)"

"Eh?"

Aku terkejut kala Mitsuya berujar tiba-tiba. Ia nampak tersenyum memandangi para bawahan yang tengah bertempur dengan semangat.

"Ini keuntungan kita. Kau suda menyulut semangat mereka. Berkat itu, Draken bisa bergerak bebas."

Aku memandang ke depan. Melihat Draken yang sudah mulai menggila dengan pertarungan.

𝗖𝗛𝗔𝗡𝗚𝗘╵ˢ.ᵐᵃⁿʲⁱʳᵒᵘTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang