┃25

1.8K 343 87
                                        

Kaki ringkih Mikey berjalan keluar dari Bar. Kedua tangan dengan setia menyanggah tubuh (Name) dari bawah. Menjaga gendongan agar tetap aman dan juga nyaman.

Sedangkan (Name), ia dibuat tenang tidur di balik punggung Mikey dengan mulutnya yang komat-kamit meracaukan suatu kata.

Dan yang jelas, semua itu bukanlah racauan yang penting.

Mikey menggelengkan kepala samar. Tak percaya dengan kelakuan (Name) yang melebihi batas seorang wanita.

Baru di tinggal sehari, (Name) sudah berani mabuk dan bahkan menghabiskan satu botol minuman brandy.

Begitulah kira-kira pikir Mikey.

"Berhenti berbicara (Name), bibirmu bau anggur"

Celetuk Mikey menahan nafsu.

"Tapi okelah, tidak apa. Itu terlihat manis dan sangat menguji keimanan ku"

Hingga sampailah Mikey di pinggiran jalan. Dimana disana ada Chifuyu dengan motor Suzuki kesayangannya.

"Astaga, (Name)! Kenapa bisa begini?"

Panik Chifuyu kala mendapati (Name) yang tertidur dengan wajah berantakan khasnya orang mabuk.

"Dia menghabiskan satu botol minuman brandy"

Chifuyu terkaget. Tak percaya karena (Name) yang selama ini ia kenal ternyata mempunyai sebuah hobi buruk.

"Yasudah, kita bawa (Name) pulang, Mikey-kun"

"Iya"

Chifuyu hendak naik keatas motor. Tapi langkahnya terjeda dijalan. Kembali berbalik, menatap Mikey yang juga tengah menatapnya bingung.

"Gimana ini Mikey-kun? Mau bonceng tiga?"

Tanya Chifuyu akhirnya.

"Gamau!"

Balas Mikey spontan dengan sedikit memiringkan badan. Seolah menjadikan (Name) milik dia seutuhnya.

"Eh?"

"Kasian (Name)-nya nanti! Udah gepeng tambah mleyot!"

"L-lah? Trus gimana dong?"

Mikey berpikir sejenak.

"Puyuh ke markas duluan aja. Aku mau nganterin (Name) pake taxi"

Seketika wajah Chifuyu sedikit kusut.

"La trus gunanya gua disini dari tadi ngapain ajg?"

Gumamnya pelan. Sangat pelan. Sampai-sampai si Mikey mengira bahwa Chifuyu ini sedang merapalkan doa.

"Hah? Ngomong apa?"

Chifuyu mengkaget. "H-hah? Gak kok, hehe"

"Yaudah sana. Itu dah ada taxi. Aku mau nganterin calon biniku dulu"

Chifuyu tersenyum getir. Menahan rasa cemburu.

Maniknya menatap kepergian sang ketua yang mulai melesat jauh di tengah dinginnya jalan kota Tokyo menggunakan sebuah mobil bernama taxi.

"Ngenes"

Ucapnya miris lalu kemudian melajukan motor suzukinya dengan cepat.

Sementara itu, kita kembali pada Mikey dan (Name) yang tengah berada di dalam mobil.

Mikey menidurkan (Name) diatas pahanya. Membelai surai indah gadis itu pelan walaupun sang empu sesekali menepis risih.

Wajah tidur (Name) terlihat gusar. Berbalik sana-sini merasa tak nyaman dengan posisi tidurnya saat ini.

𝗖𝗛𝗔𝗡𝗚𝗘╵ˢ.ᵐᵃⁿʲⁱʳᵒᵘTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang