┃17

2.2K 376 22
                                        

Usai bertelponan dengan Mikey, (Name) tidak kembali untuk masuk kedalam rumah. Ia lebih memilih menghabiskan sisa-sisa tangisannya didepan pagar sembari menyumpah serapahi pria yang sudah membuat hatinya sampai sehancur ini.

Dan untung saja jalanan depan rumah (Name) sedang sepi karena semua orang tengah sibuk menghadiri perayaan festival, jadi (Name) tidak perlu sampai malu dilihat atau bahkan disangka orang gila oleh sesiapun manusia yang lewat didepan mata.

Tak lama setelah itu, hujan pun turun.

Membasahi yukata gadis itu hingga membuat make up indahnya luntur.

Tapi hal itu tidak membuat hati (Name) gentar untuk masuk kedalam rumah dan berteduh.

Ia lebih memilih berada dibawah rinai hujan sembari menuntaskan isak tangisnya yang sampai saat ini masih mengalir deras sederas guyuran hujan di malam ini.

Hatinya begitu pilu bahkan sesak mengingat kabar yang diberikan Mikey beberapa jam yang lalu yang mana artinya festival sudah dimulai sedari tadi.

Sungguh. (Name) merasa sakit bahkan kecewa untuk ini.

Dan hei? Ada apa dengan (Name)? Apa ia begitu mewanti-wanti pergi berdua bersama pria itu? Sampai-sampai (Name) merasa hancur saat pria itu membatalkan janji begitu saja?

Harusnya ini adalah sebuah kabar bagus karena (Name) tidak perlu repot-repot untuk pergi dengannya kesana.

Drrttt drrttt

Ponsel (Name) bergetar dari dalam saku. Merasa ada seseorang yang menelpon dari sebrang sana.

Tenang saja. Ponsel (Name) itu anti air. Jadi benda itu tidak akan mati atau rusak hanya karena terkena guyuran hujan saja.

(Name) meraih ponsel itu. Melihat sesiapa nama orang yang menelpon ditengah-tengah suasana hati yang memilukan ini.

"Hina?"

Ya. Nama Tachibana Hinata terpampang jelas dibalik layar ponsel.

Tanpa pikir panjang, (Name) segera mengangkat telpon itu.

"Halo, Hina. Ada apa?"

"(Name)-chan! (Name)-chan dimana?"

Sejenak (Name) mengernyitkan dahi. Merasa aneh dengan nada bicara Hina yang terkesan takut dan terengah-engah.

"Aku dirumah. Ada apa?"

"Ahh, yokatta~"Terdengar helaan nafas lega dari sebrang sana.

"(Name)-chan jangan kesini ya! Aku barusan dapat kabar kalo geng Toman sedang bentrok besar-besaran dengan Moebius"Sambungnya lagi.

"Hah? Bentrok? Disana?"

"Em! Mangkanya (Name)-chan jangan kesini!"

"T-tunggu! Apa disana ada Mikey?!"

Entah kenapa. Disaat-saat seperti ini (Name) masih sempat menanyai kabar pria itu.

"Ada! Barusan aku dengar suara knalpot motornya"

"Apa kau yakin itu dia?"

"Ya (Name)-chan, aku yakin!"

"Cih! Sial!"---Klik.

Telpon dimatikan sepihak.

(Name) berlari cepat dengan niatan ingin pergi ke festival Musashi.

Pikirannya kini mengenai Mikey sudah benar-benar tidak enak.

Dari Mikey yang membatalkan janji ini hingga Hina yang memberitahunya bahwa sedang terjadi bentrok antar geng dalam acara festival Musashi.

"Apa kau membatalkan ini hanya karna tidak ingin melibatkanku?"

𝗖𝗛𝗔𝗡𝗚𝗘╵ˢ.ᵐᵃⁿʲⁱʳᵒᵘTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang