┃15

2.4K 399 20
                                        

Kepergian Mikey membuat (name) jadi senyum-senyum sendiri.

Entah mengapa, bahkan (Name) sendiri sempat mengira bahwa dirinya memang sudah gila.

"Coba kamu bilang 'Aku cinta kamu',"

Yah, (Name) memikirkan ucapan Mikey yang satu itu.

Kenapa pria itu sebegitu yakinnya mengira bahwa (Name) itu mencintainya? Padahal aslinya yaaa iya..

Tapi boong ahay papalepapale~.g

"Bodoh emang. Siapa juga yang suka sama dia"Cibir (Name) kepada diri sendiri.

Sembari berpikir, (Name) kembali melanjutkan aktivitas makannya yang sempat tertunda sampai selesai. Membereskan meja makan hingga tak lupa baginya untuk mencuci piring.

Setelah semuanya usai, (Name) hendak pergi kekamar mandi untuk membersihkan diri mengingat malam tadi ia tidak mandi.

Tapi sebelum ia beranjak untuk kembali ke dalam kamar, suara ketukan pintu lebih dulu menyita atensinya.

(Name) mengernyitkan dahi. Berpikir sesiapa tamu yang datang di pagi hari buta seperti ini.

Sosok yang pertama kali menyintas di pikiran (Name) adalah Mikey.

Karena memang dari tadi Mikey lah satu-satunya orang yang keluar masuk kedalam kediaman rumahnya.

(Name) pikir ada barang Mikey yang tertinggal dan mengharuskannya untuk putar balik.

"Dasar. Ceroboh sekali"

"Tapi kenapa harus pakai ketuk pintu? Biasanya juga main nyelonong aja"

(Name) berbalik dan mulai melangkah maju untuk membukakan pintu orang yang ia duga adalah Mikey.

Berjalan dengan sedikit dipercepat karena tempo ketukan disana semakin menjadi.

Mungkin orang itu kesal karena merasa tak kunjung mendapat sahutan dari dalam.

Ceklek.

Pintu dibuka oleh (Name). Dibarengi dengan mulutnya yang melafalkan suatu kata.

"Mikey! Kau bisa masuk tanpa harus meng——etuk pintu—— Hina?"

"Yo! (Name)-chan~"

Ya, sosok itu ternyata adalah Hina. Bukan Mikey ataupun bayangannya.

Seketika (Name) jadi malu sendiri. Ia sudah salah menyeru nama orang dan bahkan sempat seuzon kepada Mikey.

"(Name)-chan kenapa tadi kok nyebut nama Mikey-kun? Aku bukan Mikey-kun (Name)-chan!"Celetuk gadis itu merasa sedikit heran sekaligus kesal.

Dan (Name) hanya bisa tersenyum kikuk dibuatnya.

"Hee? Atau jangan-jangan Mikey-kun tadi kesini ya?"

(Name) terkesiap. Merasa omongan Hina barusan itu tepat sasaran. Tapi (Name) tidak ingin mengatakan hal yang sebenarnya kepada Hina.

Itu adalah hal yang sangat memalukan.

"A-ah, bagaimana kalau kita masuk dulu? Kita ngobrol didalem aja, oke?"

Usaha (Name) untuk mengalihkan topik pembicaraan ternyata berhasil. Hina mengangguk mantab menanggapi ucapan (Name) dengan girang.

Ditariklah tangan (Name) oleh hina untuk segera masuk kedalam rumah. Menempatkan diri di sofa ruang tamu dan duduk bersebelahan.

"Hina mau minum?"Beo (Name) kepada sohibnya.

"Tidak (Name)-chan, kalo mau nanti Hina ambil sendiri kok"

𝗖𝗛𝗔𝗡𝗚𝗘╵ˢ.ᵐᵃⁿʲⁱʳᵒᵘTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang