Happy Reading...
Arland diam sebentar lalu mengedikkan bahunya "Gua kalah. Hati gua berkata lain..Omongan sama hati gua gak sinkron" jujur Arland
"Maksud ka Arland?"
"Gua...gak bisa jauh dari Lo..."
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Meisya menatap manik mata Arland. Tatapan yang hampir tiga bulan ini hilang akhirnya kembali
Meisya terus menatap manik Arland, seolah bertanya maksud nya apa
"Gua sayang lo. Gua cinta lo..Dan selamanya akan seperti itu Sya" Arland menggenggam salah satu tangan Meisya lalu ia kecup
Meisya bingung, Ia bimbang
"Aku juga tap----"
"Kenapa?" tanya Arland
Meisya menggeleng
Arland melihat raut Meisya yang nampak bingung. Terlintas juga perkataan Aldan digudang tadi
Arland menatap Meisya dengan dalam "Apa yang dilakuin Alvaro sama lo?"
Mendadak pasokan udara menipis, Meisya bingung harus menjawab apa
"Apa yang udah Alvaro lakuin ke Lo" suara Arland sangat-sangat dingin membuat Meisya takut
Meisya menggeleng "Ka Alvaro gak ngelakuin apa-apa" jawab Meisya pelan
Tatapan Arland sangat menusuk, tidak percaya dengan jawaban yang dilontarkan gadisnya "Gua tanya sekali lagi, apa yang Alvaro lakuin ke Lo"
Meisya memejamkan matanya, lalu mulai menceritakannya kepada Arland
"Anjing!" Umpat Arland. Arland tidak habis pikir dengan Alvaro, berani-beraninya dia memaksa Meisya untuk menjauh darinya bahkan Meisya diancam
Meisya yang menyadari kekesalan kekasihnya itu hanya bisa menggenggam tangan Arland yang terkepal "Aku gapapa. Dia gak ngelukain fisik aku"
"Tapi dia ngelukain psikis Lo dengan kata-kata sialan itu" kesal Arland
Ya, Meisya mengakui memang dirinya sakit hati dengan ucapan Alvaro. Alvaro bukan sekali dua kali saja mengganggunya bahkan hampir setiap hari. Bahkan Alvaro mengatai dirinya cewek murahan, gak punya harga diri bahkan dengan terang-terangnya Alvaro mengatakan jika Meisya tidak pantas dengan Arland. Karna beberapa kali Alvaro melihat dirinya dengan Nathan. Padahal Meisya tidak ada hubungan apa-apa sama Nathan selain menganggap Nathan sebagai abangnya. Meisya juga menceritakan masalah nya dengan Arland...Dan Meisya juga sudah bisa merasakan kalo Nathan sudah benar-benar menerima perasaan Meisya untuk Arland bukan untuk Nathan
Meisya menggenggam tangan Arland "Aku gak mau ngebuat Alvaro nambah benci ke aku dengan kamu marah sama dia"
Arland menghela nafasnya "I can't see mine being hurt"
"Kamu juga nyakitin aku" lirih Meisya. Arland hanya bisa mengangguk dengan wajah bersalahnya "Gua minta maaf"
Meisya mengangguk dengan senyum tipisnya "Aku maafin, tapi kamu nerima aku setalah tau fakta aku adik dari Ka Joshua?"
Arland tersenyum tipis "Gua udah tau semuanya..Nathan ngasih tau gua semuanya bahkan gua udah mastiin itu semua ke adik dan ibunya Farel dan Joshua juga"
Meisya menatap Arland tak percaya dan Nathan? Nathan benar-benar sudah berubah, dirinya penyelamat hubungannya dengan Arland
"Aku harus bilang makasih ke ka Nathan" Arland hanya mengangguk setuju
KAMU SEDANG MEMBACA
ARLAND {SELESAI}
Teen FictionCuek? Moodyan? Nakal? Most wanted? itulah Arland Earliyano Aditama, Si Pentolan SMA Nusantara. Ketua Geng Rajawali sang penguasa jalanan. Ketampanan pentolan SMA Nusantara itu mampu meluluhkan para wanita. Tapi, bagaimana bisa seorang wanita dengan...
