Happy Reading...
Dua bulan kemudian...
Malam ini markas Rajawali dipenuhi anak-anak Rajawali yang tengah membahas suatu hal yang sangat serius ditambah lagi adanya sang leader yang menambah kesan tegang diruangan yang mereka tempati ini
"Gimana?" Tanya Arland tegas
"Gak tau, gua masih mantau tuh cewek" Jawab Aldan
"Pantau terus, gua yakin bukan cuma tuh cewek sama mereka dalangnya" Ucap Arland
"Dan satu lagi, jangan ada yang keluar waktu sendiri dijalan. Gua takut mereka ngeroyok" Lanjutnya
Selama dua bulan ini, perlahan bukti-bukti tentang kematian salah satu anak Rajawali terkumpul dan itu membuat lega anak Rajawali. Mereka pastikan yang membuat teman mereka meninggal tidak akan hidup tenang
Mereka sangat tidak nyangka jika cewek itu terlibat dalam pembunuhan itu. Aldan, dialah orang yang pertama kali melihat cewek itu mengobrol ditelfon dengan temannya yang membahas tentang kematian salah satu anak Rajawali
"Gua balik" Ucap Arland lalu pergi meninggalkan markas itu
Mereka semua menghela nafas lega ketika sang leader mereka telah meninggalkan markas itu
"Spot jantung gua" Ucap Dikta
"Bukan maen woy, Arland ngeri banget setelah tau beberapa orang yang terlibat dalam pembunuhan itu" Ucap Alvin
"Tinggal selangkah lagi kita tau siapa dalang intinya" Ucap Aldan
....
Senin
Pukul 07.00 Wib
Hari ini adalah hari pertama ulangan akhir semester genap atau lebih tepatnya ulangan kenaikan kelas. Ruangan saat ini dicampur dengan kelas sepuluh dan sebelas sedangkan kelas dua belas tentunya sudah lulus. Entah anak IPA maupun Ips. Untuk kali ini Adel dan Athaya satu ruangan dengan Aldan dan Alvaro dan mereka menemapati ruang satu lalu Alvin dan Arland satu ruangan dan menempati ruangan dua sedangkan Meisya dan Raga satu ruangan dengan Joshua dan juga Nathan dengan ruang enam. Sementara Reva satu ruangan dengan Rafa diruang tujuh.
Satu jam lebih sudah berlalu...
Sekarang jam istirahat pertama dan Meisya masih saja didalam kelas untuk belajar
"Sya, kantin skuy" Ajak Joshua
Meisya menggeleng "Gua mau belajar, lo aja sana"
"Ditungguin yang lainnya" Ucap Joshua
Meisya tersenyum tipis "Gua mau belajar ka"
Joshua mengangguk lalu keluar dari ruangan enam menuju kantin. Mereka sudah janjian dikantin
Kantin
"Aseli pendidikan agama susah juga ya" Ucap Rafa
Alvaro menjitak Rafa "Lo gak pernah belajar sih. Pantes gak ada akhlak"
"Enak aja. Gini-gini sering ngaji gua" Jawab Rafa
"Kapan?" Tanya Alvin
"Pas kecil lah" Jawab Rafa dengan wajah bangganya
"Emang bego gitu" Ketus Alvaro
Rafa hanya cengengesan
"Meisya kemana?" Tanya Arland seraya menyeruput es tehnya
"Dikelas" Jawab Joshua
"Ck. Kenapa gak diajak ke kantin sih" Kesal Arland
"Gamau dia" Jawab Joshua
KAMU SEDANG MEMBACA
ARLAND {SELESAI}
Teen FictionCuek? Moodyan? Nakal? Most wanted? itulah Arland Earliyano Aditama, Si Pentolan SMA Nusantara. Ketua Geng Rajawali sang penguasa jalanan. Ketampanan pentolan SMA Nusantara itu mampu meluluhkan para wanita. Tapi, bagaimana bisa seorang wanita dengan...
