Spesial

3.8K 208 5
                                        

Happy Reading...

Prang

Prang

Prang

Pagi ini dapur milik mamih Iren sudah seperti terkena angin tornado. Sampah sayuran dimana-mana, peralatan dapur juga sudah berserakan dilantai

"ARLAND EARLIANO ADITAMAA!!!!!!" Pekik Iren ketika melihat dapur kesayangannya padahal waktu baru saja menunjukan pukul 05.20 wib

Iren menggeram kesal, baru saja Ia selesai salat dan ketika Ia ingin masuk ke dalam dapurnya, dapurnya sudah sangat berantakan

"Kenapa sih mi" ujar Arland sambil terus mengaduk nasi di wajannya

Iren menjewer telinga kanan Arland

"Apa yang kamu lakuin di dapur mamihhhhhh"

Sedangkan Aralnd meringis lalu mematikan kompornya

"Mih lepass ish"

Iren melepaskan jewerannya lalu berkacak pinggang menatap Arland kesal

"Apa yang kamu lakuin di dapur mamih"

Arland menggaruk lehernya "Arland cuma masak mih"

Iren membulatkan bola matanya, ada gerangan apa anaknya mau masak didapur

"Tumben banget kamu"

Arland tertawa "Iyalah. Hari ini Arland mau buatin nasi goreng buat pacar" bangganya

Iren memincingkan matanya lalu menatap wajan yang berisi nasi yang sudah diberi kecap, sosis, bakso. Dari perawakannya sudah tidak meyakinkan

"Kamu mau ngeracunin pacar kamu?"

"Sembarangan" kesal Arland

Iren menatap nasi goreng itu dengan horor "Nasi goreng kaya begitu mau kamu kasih pacar kamu?"

Arland mengangguk dengan semangat

"Kalo mamih jadi pacar kamu, gak bakal mamih terima"

"Sadis"

"Kenapa gak minta bikinin mamih ato bibi sih" dengus Iren

Arland berdehem sebentar "Gini nih mih. Kalo Arland yang bikin tuh pake cintanya yang banyak jadi jelas rasanya pasti enak"

"Heleh. Gembel kaya papih kamu" kata Iren

Arland memutar bola matanya malas "Gombal mih"

"Mamih mau nyoba?" Iren menggeleng cepat

"Yaudah sih, Arland juga bikin cuma buat Arland sama neng pacar" kata Arland setelah itu melanjutkan masaknya

Setelah selesai masak, Arland segera mandi untuk berangkat ke sekolah. Semalam Dia mengajak Meisya untuk berangkat pagi agar bisa berduaan lama di dalam kelas

Sebenarnya Arland sedikit kesal karna harus menyembunyikan kalo hubungannya dengan Meisya sudah baik-baik saja. Tapi apa boleh buat, itu keinginan sang pacar jadi mau tak mau Arland menyetujuinya

.....

Arland sudah berada didalam kelas, Ia sedang menunggu Meisya. Diatas meja juga sudah ada bekal yang tadi Ia buat

Meisya masuk kedalam kelas dengan senyum tipisnya ketika melihat Arland sudah duduk manis dibnagkunya

"Pagi" sapa Meisya setelah duduk disamping Arland

"Pagi sayang" kata Arland yang membuat pipi Meisya merah merona

"Tumben bawa bekel" ujar Meisya ketika melihat sebuah kotak makan dimeja

ARLAND {SELESAI}Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang