Happy Reading...
Arland menuruni tangga dengan baju seragam yang dikeluarkan lalu celana abu-abu terlihat seperti celana levis ditambah tas yang ditaruh dipundak kirinya terlihat sangat enteng dan jangan lupakan hodie yang dibawa dengan tangan kirinya.
Iren yang menglihat anak semata wayangnya hanya menggeleng-geleng
"Kamu niat sekolah apa engga sih"
"Yaelah mih, tanya noh sama papih seragam gini kan keren" Jawab Arland
"Biarin mih, maklumin anak muda" Ujar Liam
Iren memelototkan matanya ke arah Liam "Maklumin-maklumin"
Iren menatap Arland "Sarapan dulu"
Arland mengangguk "Siap ibu negara"
....
Detik, menit, jam, hari, dan bulan telah berganti. Terbukti sudah 3 bulan, Meisya dan Nathan menjalani hubungan. Meisya menyadari hubungannya dengan Nathan tidaklah membuatnya bahagia. Nathan sangat egois, penggila belajar dan Meisya baru-baru ini tau jika Nathan kasar. Nathan tidak mengizinkan Meisya keluar rumah kecuali hanya dengan bundanya dan tentu dirinya padahal Nathan sangat jarang pergi ke rumah Meisya atau sekedar mengajaknya keluar. Nathan melarang Meisya dekat dengan Arland dan teman-temannya bahkan bermain dengan Tata, Reva dan Dita pun dibatasi. Meisya sangat tidak suka diperlakukan begitu.
Sudah sebulan ini Nathan jarang mengabari Meisya. Meisya sering sekali memberi pesan atau menelepon Nathan namun jarang diangkat.
Saat ini Meisya tengah bermain dirumah Tata bersama Dita dan Reva
"Sya. Kenapa lo gak putus aja sih sama Nathan" Cetus Reva
Meisya mengedikkan bahunya "Gua gak tau"
"Gua pikir dia itu terlalu ngekang lo. Lo gak boleh pergi lah, gak boleh ikut musik lah. Nyatanya juga dia cuma ngekang tapi gak selalu ada untuk lo" Ujar Reva lagi
"Yang dibilang Reva bener Sya, gua salah. Gua kira Nathan itu anaknya baik, eh ternyata gini. Gua mau lo mending putus sama Nathan" Saran Dita
Meisya memejamkan matanya sebentar lalu membukannya lagi "Gua sayang Ka Nathan"
"Lo boleh sayang tapi jangan bego Sya" Ujar Reva
"Iya Sya, sebagai sahabat lo. Kita mau yang terbaik buat lo dan menurut kita dengan lo putus sama Ka Nathan itu yang terbaik" Ujar Tata
"Gua mau pikir-pikir lagi" Jawab Meisya
Ponsel Meisya bergetar
Drtt Drtt
From : Ka Nathan
Masih disana? Pulang! Aku jemput
Gak usah sok-sokan pulang sendiri Sya
To : Ka Nathan
Iya, aku tunggu
Meisya menghembuskan nafasnya kasar dan itu tak luput dari perhatian sahabatnya
"Ka Nathan Sya?" Tanya Tata
Meisya mengangguk
"Disuruh pulang?" Tanya Dita
Lagi-lagi Meiya mengangguk
"Perlu gua tonjok apa si ka Nathan itu" Ujar Reva dan mendapat gelengan dari Meisya
"Ka Arland emang nakal tapi dia gak akan berbuat kasar sama perempuan. Paling cuma omongannya pedes" Ujar Tata tiba-tiba
Nathan sering sekali menarik tangan Meisya dengan kasar, bentak-bentak Meisya didepan teman-temannya. Cuma karna masalah sepele
KAMU SEDANG MEMBACA
ARLAND {SELESAI}
Teen FictionCuek? Moodyan? Nakal? Most wanted? itulah Arland Earliyano Aditama, Si Pentolan SMA Nusantara. Ketua Geng Rajawali sang penguasa jalanan. Ketampanan pentolan SMA Nusantara itu mampu meluluhkan para wanita. Tapi, bagaimana bisa seorang wanita dengan...
