Happy Reading...
Kamis
Jam pelajaran ketiga sudah berbunyi lima belas menit yang lalu. Bu Ratih selaku guru Biologi tidak masuk. Hal itu membuat seiisi kelas Meisya bergembira. Saat jam kosong sangat dinantikan oleh kelas Meisya apalagi ini hari kamis. Kelasan Meisya akan ada 4 jam kosong dan hal itu dimanfaatkan untuk tidur maupun pergi ke kantin
Saat ini Meisya tengah berjalan dikoridor tanpa ditemani tiga sahabatnya, Meisya akan pergi ke perpustakaan. Saat disamping tembok perpustakaan Meisya menyipitkan matanya ketika melihat seorang remaja laki-laki yang Ia kenal dengan seorang gadis. Meisya semakin mendekat ke arah mereka
Remaja laki-laki itu merangkulnya sedangkan gadis itu bersender didada remaja laki-laki itu
"Kapan kamu putusin dia"
"Gak akan"
"Kenapa?"
"Aku sayang dia kan"
"Tapi cinta kamu untuk aku kan"
Remaja itu mengangguk "Gimana perasaan kamu sama Arland"
"Ya gitu"
"Kamu masih suka sama dia?"
"Kalo kamu masih pacaran sama itu cewek ya aku mending sama Arland"
Remaja laki-laki itu melepaskan rangkulannya "Aku gak mau dia sakit hati, dia anak yang baik Di"
"Justru aku mau bikin dia sakit"
"Jangan jadi jahat Di. Aku gak suka"
Gadis itu menatap remaja laki-laki itu tajam "Kamu gak mikir, udah nyakitin dia juga. Kamu bohongin dia dan kamu selama ini selingkuhin dia loh"
"Kan kamu pas itu yang mau kalo aku jangan putusin dia"
"Tapi sekarang aku mau kamu putusin dia!"
"Enggak"
Gadis itu terkekeh "Mulai cinta kamu sama dia"
"Di--"
Gadis itu memeluk remaja laki-laki itu "Aku sayang kamu, tolong putusin dia demi aku"
Sedangkan Meisya yang melihat itu hanya tersenyum miris, air matanya perlahan jatuh namun segera dihapusnya. Meisya berjalan ke arah dua orang itu
"Ka" Panggil Meisya pelan
Remaja laki-laki itu dan gadis itu menoleh dengan mata yang melotot
Nathan. Ya remaja itu Nathan dan gadis itu yang tak lain Audi
Nathan melepaskan pelukan Audi dan berjalan mendekati Meisya "Sya. Aku bisa jelasin semuanya"
Meisya hanya tersenyum tipis "Aku udah denger semuanya ka"
"Mei--"
"Aku bodoh ya percaya kalo kaka beneran sayang sama aku"
"Sya a---"
"Ka. Makasih untuk luka dan kebahagiaan yang kakak torehkan dihati aku"
Nathan menggenggam tangan Meisya "Sya ja--"
Meisya melepaskan tangan Nathan yang menggenggam tangannya "Aku pamit dan cukup sampai sini aja hubungan kita"
"Sya maksud kamu apa?"
Meisya menatap Nathan dengan tatapan lukanya "Aku mau kita putus"
Nathan menggeleng dan langsung memeluk Meisya "Aku gak mau putus! Aku sayang kamu Sya"
Meisya melepaskan pelukan Nathan "Kita putus ka! Mulai sekarang kita gak ada hubungan apa-apa, anggap kita gak pernah kenal" Ujar Meisya lalu berjalan meninggalkan Nathan
KAMU SEDANG MEMBACA
ARLAND {SELESAI}
Teen FictionCuek? Moodyan? Nakal? Most wanted? itulah Arland Earliyano Aditama, Si Pentolan SMA Nusantara. Ketua Geng Rajawali sang penguasa jalanan. Ketampanan pentolan SMA Nusantara itu mampu meluluhkan para wanita. Tapi, bagaimana bisa seorang wanita dengan...
