Happy Reading..
Liburan kenaikan kelas telah berakhir, sekarang Arland dkk kelas 12 sementara Meisya dkk kelas 11. Rumornya kelas mereka akan diacak dan hal itu membuat ketakutan diantara mereka, lebih tepatnya Meisya dkk
Meisya baru saja turun dari motor sport milik Arland, hari ini Arland menjemputnya untuk berangkat sekolah bersama dan Arland juga mengajak untuk pulang bersama. Saat berjalan dikoridor mereka berdua jalan berdampingan tanpa ada pegangan tangan seperti cerita-cerita yang pernah Meisya baca di wattpad ataupun di novel. Hal itu membuat murid-murid SMA Nusantara merasa terheran-heran. Arland dengan style bad boynya disandingkan dengan style Meisya yang goodgirl
Mereka berdua berjalan dengan santai tanpa menghiraukan tatapan bertanya murid-murid SMA Nusantara
Setelah melihat mading untuk mengetahui kelas mereka, Arland mengantarkan Meisya sampai di depan kelas XI IPA 1 yang merupakan kelas baru Meisya
"Belajar yang rajin ka" Ujar Meisya kepada Arland
Arland hanya mengangguk sekilas "Gue ke kelas dulu" Ujar Arland seraya mengacak rambut Meisya yang membuat sang empunya berdecak sebal
Setelah Arland Pergi dari depan kelas Meisya, Meisya masuk ke dalam kelasnya
"MEISYAAA" Pekik seorang gadis yang sedang duduk
Meisya buru-buru membekap mulut gadis itu "Kebiasaan sih Ta"
Tata hanya tertawa
"Dita Reva mana?" Tanya Meisya
"Mereka satu kelas di IPA 2" Jawab Athaya
Meisya menghembuskan nafasnya kesal "Kenapa harus diacak sih" Gerutunya
"Tau. Gak bisa liat muridnya seneng tuh guru" Kesal Tata. Meisya mendudukan bokongnya disebuah bangku disamping Athaya. Mereka duduk di baris kedua setelah pintu
"Hello eperyboddy" Ujar seorang cowok yang baru saja datang dan berdiri disamping meja Meisya
Semua murid yang berada didalam kelas XI IPA 1 menatap cowok tadi dengan bingung
"Ngapain lo disini" Heran Tata
"Ini kelas gua lah" Dengan bangganya cowok itu menjawab
Tata dan Meisya menepuk jidatnya berbarengan "Dosa apa yang gue buat sampe harus sekelas lagi sama makhluk macam Raga" Frustasi Tata sedangkan Meisya mengangguk menyetujui
"Karna kita jodoh" Jawab Albert tiba-tiba yang baru saja datang dengan merangkul pundak Raga
Meisya dan Tata berjengit kaget sedangkan Raga hanya berdecak kesal sambil menatap Albert
"Ngagetin anjir" Kesal Tata
Albert hanya tertawa ringan
Raga menyingkirkan tangan Albert dipundaknya dan menatap Tata dan Meisya bergantian "Gimana-gimana? Seneng kan sekelas lagi sama gue?" Dengan bangganya Raga bertanya seperti itu
Meisya menyipitkan matanya "Ini mah musibah Ga" Datar Meisya yang membuat Raga melotot kan matanya
"Becanda Ga" Lanjut Meisya dengan kekehan nya yang membuat Raga tertular terkekeh
"Gemes ah liat Meisya ketawa" goda Raga
"Udah ada pawangnya Ga. Jan Lo ganggu" Athaya tertawa setelah mengatakan itu
"Selagi janur kuning belum melengkung Pepet terus Ga" ujar Albert dengan candaannya
Raga hanya memutar bola matanya malas
KAMU SEDANG MEMBACA
ARLAND {SELESAI}
Fiksi RemajaCuek? Moodyan? Nakal? Most wanted? itulah Arland Earliyano Aditama, Si Pentolan SMA Nusantara. Ketua Geng Rajawali sang penguasa jalanan. Ketampanan pentolan SMA Nusantara itu mampu meluluhkan para wanita. Tapi, bagaimana bisa seorang wanita dengan...
