Happy Reading..
Senin
Seluruh murid SMA Nusantara bisa bernafas lega karna hari senin yang biasanya akan selalu upacara, namun untuk hari ini tidak. Alasan nya simpel, karna hari ini mereka dipaksa untuk memenuhi nilai-nilai mereka yang masih dibawah kkm. Saat ini kelas XI IPA 2 sedang sibuk mengerjakan tugas-tugasnya terutama Arland dan sahabat-sahabatnya.
Memang aneh, Arland dan sahabat-sahabatnya seharusnya bukan berada dikelas XI IPA 2 tapi ternyata mereka berada dikelas XI IPA 2. Hal itu tidak luput dari campur tangan Paman Arland yang merupakan kepala tata usaha disekolah milik keluarga Nathan.
"Eh, Lika liku. Minjem buku lu dong" Ucap Rafa ketika berada disamping teman sekelasnya yang sedang mengerjakan tugasnya
"Lika liku palalu peang, gua Alika oon"
Rafa hanya tertawa "Iyaa iyaa maap. Yaudah mana buku lu"
"Buku apaan bambang" tanya Alika
"Heh sembarangan nama gua Rafa buka bambang"
Alika melirik Rafa malas "Yaudah buka apaan. Gua sibuk"
"Heleh so sibuk lu kaya ibu-ibu pkk aja"
"Plis Raf, jangan buat gua marah-marah. Kalo gak jelas mending lo pergi" Sarkas Alika
"Eh eh maap Lika maap ya. Rafa yang ganteng ini cuma mau minjem buku matematika minat doang ko"
Alika menggerutu kesal dan kemudian mengambil buku tulis yang berada di tasnya dan menyerahkan kepada Rafa
"Makasih Lika Liku" ucap Rafa lalu berlari ke arah bangkunya sendiri
"ALIKA NAMA GUA RAFA!!!"
"Iya iya maap, saya hilap"
"Nyontek mulu Lu kerjaannya" Ucap Aldan teman sebangku Rafa
"Aldan, gua gak nyontek cuma nyalin doang"
"Sama aja on"
"Beda dan, dari hurufnya aja beda"
"Bodo Rap, cape gua" Ucap Aldan lalu memejamkan matanya sambi bersender di bangkunya
"Emang ya kaum molor"
"Gua denger"
Sedangkan Arland sedari tadi hanya diam tanpa memperdulikan teman-teman sekelasnya. Ia masih tidak percaya apa yang diucapkan oleh Rigel. Joshua yang biasanya akan duduk disampingnya, untuk hari ini duduk dengan Alvin
Arland bangkit dari bangkunya dan keluar dari kelas tanpa memperdulikan teman-temannya yang memperhatikannya
Disisi lain, lebih tepatnya kelas X IPA 2. Meisya mati-matian menahan kesal dengan Raga. Gimana tidak kesal, hari ini Raga meminta Meisya untuk membantu Raga mengerjakan tugas matematika wajib. Nilai matematika wajib Raga ada yang kosong dan mau tak mau Raga harus mengerjakannya. Padahal bisa saja Raga meminta diajarkan Sean, Sean murid pintar. Dirinya selalu ada di peringkat 2.
Meisya mengangkat kepalanya lalu menatap Raga, lalu beralih kepada kertas dihadapan Raga
"Gua udah jelasin tadi, lo tinggal masukin dua persamaan ini terus abis itu lo eliminasi untuk dapetin nilai Y atau X. Setelah nemu lo substitusiin hasilnya ke salah satu persamaan yang tadi Ga. Nah abis itu lo dapet deh nilai variabel yang selanjutnya" Jelas Meisya pelan tapi dengan jelas
Raga menghembuskan nafasnya kasar, kepalanya seakan-akan ingin pecah. Dirinya tidak paham dengan penjelasan yang dijelaskan Meisya. Entah Meisya yang terlalu cepat menjelaskannya atau dirinya yang memang terlalu bodoh
KAMU SEDANG MEMBACA
ARLAND {SELESAI}
Fiksi RemajaCuek? Moodyan? Nakal? Most wanted? itulah Arland Earliyano Aditama, Si Pentolan SMA Nusantara. Ketua Geng Rajawali sang penguasa jalanan. Ketampanan pentolan SMA Nusantara itu mampu meluluhkan para wanita. Tapi, bagaimana bisa seorang wanita dengan...
