Happy Reading...
Sore
Pukul 16.20 Wib
Meisya membawa ice capucino cincau ditangan kananannya sementara tangan kirinya membawa kantung plastik berwarna putih yang berisi sebungkus cilok dan juga telur gulung. Meisya baru saja membelinya di dekat rumahnya. Baru saja Meisya ingin membuka gerbang rumahnya, pergelangan tangannya lebih dulu dicekal seseorang
"Ish" Gerutu Meisya lalu membalikan tubuhnya
"Ngapain kesini ka?" Meisya mengerutkan dahinya
"Ada yang perlu gua Bicarain. Boleh?
Meisya diam sejenak lalu mengangguk "Dimana?"
"Taman di ujung komplek, mau?"
Meisya mengangguk lalu masuk ke dalam mobil Nathan. Gak sampe lima menit mereka sampai taman. Lalu mereka duduk dibangku taman. Tanpa disadari ada seseorang yang melihat mereka duduk di taman itu. Orang itu langsung pergi tanpa mendengarkan obrolan mereka berdua
"Keadaan lo gimana Sya?"
"Baik ka"
Hening
"Ka Nathan"
"Kenapa?"
"Makasih"
"Untuk apa?"
"Selama ini ka Nathan lindungin Meisya walaupun dari jauh. Ka Audi bilang alasan ka Nathan ngejauhin Meisya ya karna Ka Nathan gak mau liat Meisya kenapa-napa"
Nathan mengangguk dan tersenyum tipis "Sya"
"Ya?"
"Gua nyerah"
"Maksud ka Nathan?"
"Gua nyerah ngejar lo, mau gimanapun gua berjuang kalo hati lo bukan untuk gua ya percuma"
"Maaf"
"Its okay"
Hening berapa saat
"Gua juga mau pamit" Ucap Nathan tiba-tiba
Meisya reflek menoleh ke arah Nathan "Kenapa? Gara-gara gua ka?"
"Kalo gua masih disini gak mungkin gua bisa lupain lo Sya"
"Maaf"
"Kenapa lo yang harus minta maaf? Lo gak salah apa-apa Sya"
"Ka. Semoga disana kaka dapet cewek yang lebih baik dari gua ya"
Nathan hanya mengangguk "Thanks udah sayang sama gua selama ini
Meisya hanya tersenyum kecil
"Ka Nathan mau pergi kemana?"
"Jerman"
Meisya membulatkan matanya "Jauh banget"
Nathan hanya tertawa "Deket kalo naik pesawat"
"Iya juga ya"
Nathan hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat Meisya
"Sya. Pesen gua, lo harus bahagia sama Arland. Kalo misalnya dia nyakitin lo, lo jangan sungkan kasih tau ke gua. Mau gimana pun lo adalah orang yang gua sayang"
"Ka Nathan kan jauh gimana sih"
"Masih ada sosial media"
Meisya mengangkat jempolnya
"Dan maaf karna sikap gua yang dulu"
"Gak masalah, udah lupa juga"
Nathan mengangguk dan tersenyum "Yu pulang, gua anter"
KAMU SEDANG MEMBACA
ARLAND {SELESAI}
Novela JuvenilCuek? Moodyan? Nakal? Most wanted? itulah Arland Earliyano Aditama, Si Pentolan SMA Nusantara. Ketua Geng Rajawali sang penguasa jalanan. Ketampanan pentolan SMA Nusantara itu mampu meluluhkan para wanita. Tapi, bagaimana bisa seorang wanita dengan...
