Jadian

5.3K 283 2
                                        

Happy Reading...

Motor sport Arland berhenti didepan sebuah rumah yang tak lain rumah Meisya. Kaki jenjang masuk ke dalam perkarangan rumah Meisya meninggalkan motornya yang berada didepan gerbang rumah Meisya

Arland memencet bel dan tidak lama kemudian pintu rumah terbuka

"Eh ka"

Arland hanya tersenyum tipis "Mau jalan sekarang?"

Meisya mengangguk "Yuk. Gua juga udah rapih"

"Gua pamit bunda lo dulu" Ucap Arland. Meisya hanya mengangguk dan membiarkan Arland masuk ke dalam rumahnya

Arland mengajak Meisya ke sebuah rooftop yang berada diatas kantor papihnya. Arland dan Meisya sama-sama fokus dengan gedung-gedung di hadapannya

"Sya" Panggil Arland

Meisya menoleh sekilas lalu kembali menatap lurus gedung-gedung itu "Kenapa ka?"

"Lo balikan sama Nathan kan"

Meisya mengerutkan dahinya "Ngaco banget" Disusul kekehan Meisya

"Maksud?" Kening Arland mengekerut

"Gua gak balikan"

Hanya mendengar itu Arland bisa bernafas lega

"Jangan pernah balikan sama Nathan" Ucap Arland menatap lurus gedung-gedung yang menjulang tinggi

Meisya mengernyitkan dahinya, bingung

Arland mengalihkan tatapannya ke arah Meisya. Ke dua bola mata Meisya menatap Arland bingung, Arland manggenggam kedua telapak tangan Meisya "Gua mau ngomong sama lo, jadi..."

Arland menghela nafasnya dalam-dalam "Will you be mine?"

Meisya menatap Arland kaget sedangkan Arland tetap menatap Meisya intens

"Mak--sud-nya?" Tanya Meisya terbata-bata

"I love you" Ujar Arland

Kedua bola mata Meisya menatap Arland dalam seolah mencari kebohongan dimata Arland

"Ka Arland cinta sama gue?"

Arland mengangguk "Jadi?"

Meisya hanya diam, menatap intens Arland

"Its okay kalo Lo gak cinta sama gue...tapi kita masih bisa temenan kan?"

"Bukan gitu"

"Jadi? Lo mau jadi cewek gua?"

Meisya menarik nafasnya pelan-pelan lalu mengangguk. Melihat Meisya mengangguk Arland langsung saja memeluk Meisya dan dibalas Meisya

"Makasih" Bisik Arland

Mereka sama-sama melepaskan pelukannya. Arland menatap wajah Meisya lembut lalu tangannya menyingkirkan anak rambut Meisya yang menghalangi wajah cantik Meisya.

Cup

Bibir Arland mendarat dengan sempurna didahi Meisya dan hal itu memunculkan semburat merah dikedua pipi Meisya

Arland terkekeh melihat kedua pipi Meisya yang merah merona sedangkan Meisya menutup kedua pipinya dengan kedua telapak tangannya. Arland terkekeh dan tanpa diminta Arland mengecup telapak tangan Meisya yang berada di pipi Meisya

Cup

Cup

Meisya mendengus kesal dan menatap tajam Arland "Jangan cium-cium" Ketusnya

"Biarin" Cuek Arland. Meisya gemas dengan jawaban Arland, dirinya menjambak rambut Arland "Ngeselin"

Arland meringis kesal "Baru pacaran udah Kdrt aja" Dengusnya

ARLAND {SELESAI}Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang