🌹Happy reading🌹
Suara notif chat terdengar dari ponsel Amanda yang baru saja selesai melaksanakan sholat subuh. Bunyi sekali Amanda masih membiarkan. Hingga ketika notif masuk untuk yang ketiga kalinya, Amanda merasa penasaran. Dia segera meraih benda pipih yang berada di atas nakas.
Begitu melihatnya, dia menghela napas. Kemudian menggelengkan kepala dengan senyum masam di bibirnya. Di minggu pagi yang harusnya Amanda gunakan untuk leha-leha di atas ranjang ... kini dia dicecar chat dari Bramantyo.
BramBang :
Hey ... Wek Wek!! Bangun, Wek!!🌄
Tok tok tok ... Amanda dicari mentok!!😜
Aku antar ke situ y?💪
Bram gila ... Amanda mencebikkan bibirnya. Baginya panggilan 'wek' kesannya ambigu. Bisa cewek, bisa juga suara bebek. Apalagi nama mentok di sebut juga. Amanda seperti tak percaya dengan sikap Bram yang seperti ibu hamil yang lagi ngidam. Setiap ketemu tanpa sengaja, selalu mengingatkan keinginannya untuk membuat rica-rica mentok. Jujur saja, sikap Bram yang seperti itu membuat dia ilfeel. Seakan tiada pembahasan yang lain selain mentok dan mentok.
Manda :
Nti aq ambil d rmh Mas.
BramBang :
Gk! U ckp buka pgar aja!
Manda :
Teriak! Biar dibukain Bi Sum.
BramBang :
Ogah. Bi Sumi ganti aja!
Manda :
"🤔"
BramBang :
Ganti Bi 3.
Manda :
Apaan tuh?
BramBang :
Ck ... Bi Pu 3 Suhardiman.
Manda :
Pret, Mas! Panggil aja Mama! Aq mo tdr lg🥱😴.
BramBang :
Ank prawan gk blh bgn siang!
Manda :
Kta sp?
'aku kan bukan perawan lagi, Mas' lanjut Amanda dalam hati. Ada rasa nyeri tak kasat mata.
BramBang :
Kt mbahku!
Manda :
Mbahmu bkn mbahku. Jd g berlku utkku!🤪🤪
Ya jelas saja, mbah atau nenek Amanda dan Bram kan berbeda. Untuk sesaat Amanda menunggu. Setelah beberapa saat tidak ada balasan lagi dari Bram, dia akhirnya menaikkan selimut untuk melanjutkan tidur-tidur ayamnya.
Baru saja Amanda akan memejamkan mata, suara notif terdengar lagi. Dengan kesal dia membuka lagi chat di aplikasinya.
BramBang :
Aku dah di dpn.
Manda :
Msk aja! Ato cantol di pagar.
BramBang :
Digembok.
Manda :
Bel!
Brambang :
Dasar pemalas!😤
KAMU SEDANG MEMBACA
AMANDA dan Si MATA BIRU
General FictionCerita untuk usia 21+ Kenan Alarico Samudera sudah mengenal Amanda Puteri Suhardiman selama setahun sebagai bawahannya. Bahkan seminggu sekali mereka selalu berdua di ruangan kantornya dalam suatu urusan pekerjaan. Hingga suatu saat rasa cinta yang...
