TIGA PULUH DUA

10.2K 865 88
                                        


Hai ....
Ketemu lagi sama Kakak Oyenk,
Kakaknya Amanda🤭

Ada yang masih nungguin cerita KenDa gak sih?🤔

Kasih semangat dong!
Tekan tanda⭐ di pojok kiri bawah.

Tanda ⭐ bisa bikin mood Kak Oyenk naik loh, dan jempol Kak Oyenk jadi semangat nekan-nekan keypad gitu.
😜🤭

Ya udahlah ....
Lanjut ke cerita aja ya ....

🌹Happy reading🌹

Seminggu sudah berlalu, kini Amanda hanya bisa duduk merenungi nasib di depan cermin kamarnya. Menatap wajahnya yang terlihat lesu dan sembab dengan pandangan kosong. Sekuat-kuat dirinya sebagai perempuan yang selama ini jarang menangis, ternyata sekarang dia tidak bisa menahan diri lagi untuk tidak melakukannya.

Beberapa tisu yang sudah basah di bawah kakinya menjadi bukti dirinya adalah juga wanita cengeng seperti kebanyakan wanita di luar sana.

Untuk yang ke sekian kalinya sajadah juga menjadi saksi penyesalan dan pertobatan dirinya di hadapan Tuhan. Dia merasa dirinya sangat berdosa, dan di saat seperti ini, dirinya juga tidak mau menambah dosa dengan hal yang lainnya yang dilarang oleh agama.

Amanda yang mengenakan daster selutut tanpa lengan mengusap pelan perutnya yang masih rata. Ada rasa sayang yang tiba-tiba menyeruak di hatinya dan merasa harus melindungi meskipun belum dia ketahui wujudnya seperti apa.

Dan Amanda bertekad untuk mempertahankannya meski apapun yang akan terjadi nanti. Dia masih sadar diri, ketika setan membisiki hatinya dan mengajak untuk melakukan hal yang lebih tercela lagi.

Sudah terlalu banyak dosa yang dia lakukan selama 26 tahun dia hidup di dunia, dan puncaknya dosa adalah di saat dia dengan sukarela menyerahkan dirinya di bawah kuasa yang namanya 'cinta'.

Amanda mendesah dan menggelengkan kepala ketika mengingat perbuatannya sebulan yang lalu. Terbayang dalam ingatannya betapa pesona Kenan membuatnya terbuai dan berakhir seperti ini.

Pandangan Amanda kembali lagi pada benda di tangannya yang ketiganya menunjukkan 2 garis warna merah.

Rasa penasaran dengan menstruasi yang tak kunjung datang membuatnya membeli testpack di apotek yang dilaluinya. Dan tadi pagi sebelum berangkat ke kantor, dengan rasa ragu dia mencoba untuk memeriksa urine-nya. Dan hasilnya membuat dia seperti orang gila. Dia menangis dan tersenyum bersamaan. Tersenyum karena dia bahagia akan memiliki anak dari pria yang dicintainya, dan menangis karena merasa kehamilannya akan membuat kecewa dan sedih mamanya.

Amanda mengusap lagi perutnya, dan membayangkan perutnya yang akan bertambah besar dan membuncit. Entah berapa lama lagi waktu yang dibutuhkan baginya untuk menghadapi cemoohan atau celaan dari orang-orang di sekelilingnya.

Sungguh, Amanda menyesali dirinya yang terlalu sembrono. Mudah terbuai dan menyepelekan segala urusan.

Untung saja, sejak kamis pagi mamanya berangkat ke tempat Mario. Membantu adiknya untuk berkemas dan kembali ke Surabaya setelah menyelesaikan magangnya. Jadi Amanda bebas merenung dan menangis di kamarnya tanpa seorangpun tahu. Termasuk Bi Sumi, yang sejak pagi sudah meminta ijin untuk pergi menginap di rumah anaknya di Sidoarjo. Jadi untuk dua malam ini dia sendirian saja di rumah.

AMANDA dan Si MATA BIRUCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang