kita seperti tabrakan dua truk
berciuman; menghancurkan
korban-korban bukan hanya kita berdua, tapi juga mereka yang kena puing-puingnya
kita seperti jabat tangan dua musuh
berpelukan; meremukkan
kata-kata bergosip di belakang, membicarakan perang-perang internal dari balik tembok rumah
kita seperti prajurit tangguh di hari kerja
minggu tiba, zirah kita koyak
terkuak diri yang asli
menangisi betapa tak amannya diri
kita seperti malam hari yang cerah
lalu hujan turun
dan kesepian kita tidak lagi perlu didiskusikan
kemarau kali ini penuh tabrakan
pelukan berujung patah tulang
luka-luka akan kumuseumkan
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
KAMU SEDANG MEMBACA
MONOPOEMA
PoetryM O N O P O E M A Kuambil kembali apa yang tidak pernah kumiliki.
