kau adalah sabana
berdiri di situ membuatku merasa
hangat dan terasing di saat yang sama
seperti rumahku dipindah paksa ke negeri orang
seperti jantungku dipasangkan pada tubuh yang tak seharusnya
kau adalah terbangnya cantaka
aku ikut terbawa dan bisa
meraba nadimu,
menonton petir di latar belakangmu,
badai yang terus menembus pikiranku,
dan segala dendammu yang mengkristal itu
kau adalah gelagat siaga
di malam penuh penjagaan
atas hilangnya geliat tawa kecil
dari bibirku yang terbuka menyambutmu
kau adalah pelajaran
dan teror yang kurasakan saat
melihat versi terbaik dirimu
melenggang pergi dari hidupku
dan menemukan dunia yang tepat di ujung jarimu
egoku ingin berdansa
pada musik kejang musim panas
tapi stepa sabana
bukanlah pantai copacabana
kau adalah senyata-nyata sabana
tidur di situ membuatku meralat
segala pikirku soal dunia
merawat mabukku yang disebabkan oleh memikirkan cara membahagiakanmu
dari tubuhku yang tampak berani
keluar kata-kata paling penakut
dan tidak ada masa depan yang akan kumulai
tidak ada kehidupan yang akan kutuai
KAMU SEDANG MEMBACA
MONOPOEMA
PoesiaM O N O P O E M A Kuambil kembali apa yang tidak pernah kumiliki.
