berat
soal monolog mental yang kau romantisasi
eskalasi trauma di depan sebuah cermin
mandi pagi dengan sabun dari tangis dini hari
memikul kuk kasar sepanjang rotasi bumi
berdialog dengan kulit kasar pepohonan
lambaian daunnya kau anggap penghinaan
jaket dan payung kau buang di tengah hujan
asmara lampau kau injak-injak di perteduhan
berkutat seharian dengan angka-angka
dipecut tekun kertas lembaran analisa
dilarang bersedih dan dipenuhi basa basi
bermain-main dengan harga sebuah relasi
kurasa semua manusia punya warna
kecuali kau, datar dan tak jelas mau kemana
mencuci sekujur diri di bawah matahari
sia-sia tubuhmu tak kunjung suci
pelukan terhangat datang dari manusia paling menderita
senyum terbaik memancar dari manusia paling sedih
kembali kaubuyarkan tekanan tajam dalam diri
dan menghibur orang-orang yang membutuhkan
berat
KAMU SEDANG MEMBACA
MONOPOEMA
ŞiirM O N O P O E M A Kuambil kembali apa yang tidak pernah kumiliki.
