kelindan kisah yang kusut masai
urat daun bergerak berubah bentuk
utas tali melayang dan melingkari
anutan yang kau hukum gantung di tembokmu
memburuklah birsam rakyatku
menghirup ideologi yang kauembus siang malam
peleton pikiran bersenjata menyergap selalu
resah kamipun terinjak-injak
selalu merah
menyalang suara
membelalak mata
panas saat kami menyerah
terbakarnya kami adalah kecintaanmu pada dirimu sendiri
terbunuhnya ibu adalah cumbu ciummu pada tanah air buatanmu
bayi-bayi akan mengirim pesan ke masa depan
bahwa kecantikan menyamarkan monster-monster di hadapan
aku titipkan keping harta kecemasan
aku titipkan merahnya tinta peradaban
yang membuatku merinding
bahkan saat menidurkan anakku sendiri
kau kutukan terasing paling terkenal
kerak birsam dalam dada kami
KAMU SEDANG MEMBACA
MONOPOEMA
PuisiM O N O P O E M A Kuambil kembali apa yang tidak pernah kumiliki.
