pertengkaran terakhir kita adalah
serapah paling kotor di pasar
bau gangren yang melipat paru-paru
hujan misil di malam hari
percakapan terakhir kita bukanlah
pembajuan atas ketelanjanganku
pewahyuan untuk kebocahanku
pemaknaan tinggi untuk cap tangan primitifku
ciuman terakhir kita adalah
sebuah sup primordial yang sudah basi
pusaran fraktal terlalu banyak iterasi
gas raksasa bercahaya yang sebentar lagi mati
meledak
dari situ akan lahir dua manusia baru yang tidak pernah bertemu, bercumbu, masih tahu caranya malu-malu
murni tanpa residu
KAMU SEDANG MEMBACA
MONOPOEMA
PoésieM O N O P O E M A Kuambil kembali apa yang tidak pernah kumiliki.
