nyenyat di mata
adalah pertanda riuh di dalam
orang-orang masa lalu memanen pikiranmu
dan membuang biji buah apapun yang mereka makan ke luar dirimu
tanganmu tidak menikmati hasil itu
apa yang kau tabur dituai orang lain
sama halnya dengan rahim itu
apa yang kau lahirkan diasuh orang lain
lima kaupunya
kaukubur semuanya
sementara mereka yang satu punya
mendapat lipat gandanya
melarikan diri dan menjadi pupa
mengupas kulit sendiri dan menjadi lupa
nyenyat itu masih ada
riuh itu masih bicara
bahwasanya gugupmu telah membungkus dirimu seperti hadiah
dan kau hanya bisa berharap bukan si jahat yang membukanya
seperti Sumpang Bita yang terkunci
lukisan batinmu tersembunyi
kulitmu kukupas, dagingmu kulumat
kucium lekat-lekat; delikat
KAMU SEDANG MEMBACA
MONOPOEMA
PoesieM O N O P O E M A Kuambil kembali apa yang tidak pernah kumiliki.
