kau bisikkan kalimat penenang di telinga anjingku namun hanya dirimu sendiri yang merasa ditenangkan kau adalah ribuan kata yang beku tak lebur dimakan api
pemerintah ributkan kasus fasos dan fasum kita bergulat di atas kasur, polos dan mesum ribut dan panasnya kurang lebih sama gerak liarnya bahkan belum diberi nama
aku gelap dan kau lebih terang daripada api magnesium berkecamuk di keabu-abuan bulu anjingku yang lagi-lagi kaubisikkan kalimat penenang kuping anjingku pekak karena pekik lembut bibirmu
akhirnya kita lupa apa yang membuat kita jadi manusia kita lupa pada akar yang menjalar keluar dari otak mengisap segala pengetahuan yang tidak kita butuhkan menyerap segala khotbah yang tidak menghidupkan
dalam bagian buku yang kita tuliskan terdapat halaman-halaman kosong yang akhirnya akan ditulisi oleh anjingku setelah ia berhasil membungkam kata-katamu
ah, aku baru ingat kau di sana, punya dua mulut sejak semula yang satu berbicara yang lain pusat segala mara
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.