berbisik di telinga anjing

91 9 4
                                        

kau bisikkan kalimat penenang di telinga anjingku
namun hanya dirimu sendiri yang merasa ditenangkan
kau adalah ribuan kata yang beku
tak lebur dimakan api

pemerintah ributkan kasus fasos dan fasum
kita bergulat di atas kasur, polos dan mesum
ribut dan panasnya kurang lebih sama
gerak liarnya bahkan belum diberi nama

aku gelap dan kau lebih terang daripada api magnesium
berkecamuk di keabu-abuan bulu anjingku
yang lagi-lagi kaubisikkan kalimat penenang
kuping anjingku pekak karena pekik lembut bibirmu

akhirnya kita lupa apa yang membuat kita jadi manusia
kita lupa pada akar yang menjalar keluar dari otak
mengisap segala pengetahuan yang tidak kita butuhkan
menyerap segala khotbah yang tidak menghidupkan

dalam bagian buku yang kita tuliskan
terdapat halaman-halaman kosong
yang akhirnya akan ditulisi oleh anjingku
setelah ia berhasil membungkam kata-katamu

ah, aku baru ingat
kau di sana, punya dua mulut sejak semula
yang satu berbicara
yang lain pusat segala mara

ah, aku baru ingatkau di sana, punya dua mulut sejak semulayang satu berbicarayang lain pusat segala mara

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
MONOPOEMATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang