sebuah tangan memetikku dari pohon nyaman yang hanya tahu hidup untuk hari ini
disulapnya aku menjadi manusia yang selalu datang belakangan
dan terlalu banyak berpikir ke depan
menjadi anak kecil
adalah hadiah ulang tahun terbaik
kebebasan mencintai semua hal di dunia ini dan menyanyikan suara apapun yang ia dengar adalah cita-cita jangka pendeknya
ia tidak punya yang jangka panjang
ia juga tidak punya lemari besar untuk menyimpan terlalu banyak ingatan menyedihkan
lepas dari pohon, aku direduksi menjadi apa yang aku lakukan dan apa yang aku katakan
dipaksa mengandalkan diri sendiri, menjadi buah yang akhirnya tidak begitu nikmat
lembar nilai ada dalam genggaman
isinya cuma soal cerita yang tidak ada solusinya
menciptakan lebih banyak pertanyaan
mengundang lebih banyak penghakiman
kita juga lupa diri
hidup berubah jadi lomba kemerdekaan
semua ingin menjadi trofi yang sulit diperoleh
semua menjadi sibuk dan susah memulai percakapan apapun
tidak ada lagi buah manis kecil yang menyapa dunia tanpa asumsi
tiada lagi yang berteman dengan jujur
duku telah berkulit stroberi
sawo berselubung kiwi
kersen terbungkus ceri
dan lebih dari pada itu
kita telah jadi babi-babi yang terus makan tanpa berhenti
tidak lagi manusiawi
hanya memburu harga diri
KAMU SEDANG MEMBACA
MONOPOEMA
PoetryM O N O P O E M A Kuambil kembali apa yang tidak pernah kumiliki.
