kutanyakan seribu
pada kepastian
yang kemudian ragu
soal kematian
koper kutarik
ke tujuan yang terus menjauhiku
melampauiku
majalah bandara menutup dua muka
halaman tengah penuh berita duka
oh mama oh papa masih penuh luka
ajang pengakuan aib terbuka
lepuh di kakiku belum sembuh
dari perjalanan mencari subuh
yang mungkin memahami dengan utuh
mengapa jiwaku keruh
kulepas sepatu mengkilat
yang memikat
berdaulat
berkeras
tegas
di pelarian
berdiri tegang
berdarah tenang
kemana-mana kakiku senang
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
KAMU SEDANG MEMBACA
MONOPOEMA
PoesíaM O N O P O E M A Kuambil kembali apa yang tidak pernah kumiliki.
