berdiri sunyi terkepung sayat-sayat
tubuh dipisah paksa oleh ikat pinggang dari rambutmu yang mengkilat
kukumu membelah helai-helai diriku, aku dipaksa terpikat
dikupas sampai ke tulang-tulang
disesatkan oleh setapak tegang penuh rintang
kau tertawa sampai ujung petang
tak bisa kulerai dua bola matamu yang terlalu senang
kaujerumuskan apapun yang kau benci ke dalam lubang-lubang di wajahku
kau senang-senang sampai subuh
aku gaduh di lautan mengaduh
terkatung-katung tak bisa berlabuh
KAMU SEDANG MEMBACA
MONOPOEMA
PoesíaM O N O P O E M A Kuambil kembali apa yang tidak pernah kumiliki.
