sembilan belas sembilan lima
pensil dan lubang bersenggama
metal maxima bergelora
tergulung lagu-lagu gembira
kepala terbelah menurut garis-garis lintangnya
terbagi zona waktunya, sesuai suasana hatinya
ada pula musisi kaki lima yang nekat
demo direkam, beredar di toko kaset terdekat
telinga mendengar, hati melekat
tubuh terus menari, tampak malnutrisi
kaset meledak, jadi pelindung utama bus antar provinsi
ego musisi meledak, jadi penghibur utama drama televisi
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
KAMU SEDANG MEMBACA
MONOPOEMA
PoesíaM O N O P O E M A Kuambil kembali apa yang tidak pernah kumiliki.
