di kamar gelap tercuci klisemu
dari kematian bangkitlah negatifmu
dramaturgimu khusyuk di akun palsu
di situ kau katanya seasli-aslinya dirimu
sementara di akun satu kau merayakan
betapa indahnya kapitalisme internal
matamu meresapi grafik saham
jarimu memenuhi keranjang digital
di kamar gelap tawamu garis lurus
bukan bulatan kuning yang menganga
terperangkap tebalnya silabus
buatan kepalamu yang 20 jam terjaga
gerakanmu putaran di bumerang
meniru batinmu yang hina ibumu berulang-ulang
sembilan bulan kausangkal terang-terang
lalu ibumu mati kejang-kejang
di kamar gelap kau ditimbun tanah
meraba-raba dan merana
terlambat sudah merdesa di bawah sana
busuk nanah menjangkiti arwah kelana
KAMU SEDANG MEMBACA
MONOPOEMA
PoesiaM O N O P O E M A Kuambil kembali apa yang tidak pernah kumiliki.
