kutunggu kau nanti malam
pikiran-pikiran menyusahkan
yang mengusahakan kepergian
kepalaku ke dalam kesepian
kutunggu kau nanti malam
badai kecil yang membasahkan
kaca jendela dan juga mata
yang lembap di tepi sadar
kutunggu kau nanti malam
candu lama yang kepahitan
selagi gula tertuang ke dasar
pahitnya juga memelas
kutunggu kau nanti malam
wajah yang bertangis-tangis
dahulu bersenda gurau kemudian
dan akhirnya masih menangis
kutunggu kau nanti malam
lapuk kapuk yang memeluk
dan dingin angin yang memecut
badanku yang kering di kemelut
KAMU SEDANG MEMBACA
MONOPOEMA
PoesíaM O N O P O E M A Kuambil kembali apa yang tidak pernah kumiliki.
