Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
kau lolos dari sela-sela jariku menangkapmu adalah selalu terlambat dan terlalu cepat terlalu kuat kugenggam dirimu tulang jariku pecah berkeping-keping
kuingin kau ada di altar menggenggam pundakku dan jadi pakaian terbaikku penilai utama mempelaiku penjaga gemetar kakiku pada dunia yang menakutkan di depan
bulan kau bawa lari dan semua lagu terbaik yang meluncur manis dari bibirmu juga sepiring makanan hampir basi yang selalu bisa kuhabiskan
sampai hari ini aku menyangkal kebencianku pada makan terlalu cepat tanpa mengunyah apa-apa tubuhku kurus kerempeng tak lagi kau beri makan dengan teguranmu kemalasan mendera, apati adalah empatiku yang baru
jutaan surat kukirimkan pada alamatmu yang tak bisa kugapai surat-suratku menjadi hujan yang menyatukan dua zona waktu membuat kabur batasan bahagia dan melankolia hatiku menumbuhkan semak duri yang setidaknya berbuah dengan baik
aku lolos dari sela-sela jariku menangkapku sudahlah terlambat dan terlampau berat terlalu kuat kugenggam diriku sampai sidik jariku menyesal mengenal aku