menumbuhkan ayah

38 3 1
                                        

di kepalamu yang berbenteng teguh
masih ada senyuman yang retak
di suatu siang yang penuh hidangan
pada rumah yang belum selesai

ternak-ternakmu kenyang
tumbuhan kenal betul air yang kausiram
konflik-konflik kautidurkan
manusia baru kauciptakan

bentengmu itu terwariskan
dan sihir penumbuhmu pun demikian
aku belajar menumbuhkan ayah
setiap kali kakiku menjelajah

tanganmu tidak biasa-biasa saja
mulutmu penikmat segala
kau ayah yang berbahaya
tapi juga berbahagia

benciku pun masih ada
tapi dalam diam yang kau wariskan
doaku tidak terbada-bada
cintaku adalah kediaman

MONOPOEMATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang