Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
kecemburuan mengikuti asap melingkar dari mulutmu mencumbunya hanya membuat ruang di antara kita terpelintir kupelajari tiap sisi wajahmu dan kebingungan pada jumlah jurang yang terlalu banyak entah makhluk malang apa yang sudah terjatuh ke dalamnya aku tidak tahan aromanya
film-film yang kucuci di kegelapan memunculkan keresahanmu yang bersembunyi yang malu-malu mengakui betapa kau ingin dibangun kembali di atas puing-puing dirimu yang berserakan itu
aroma tak sedap yang sejak tadi merambat naik dari jurang-jurang di wajahmu memunculkan ingatan yang tidak pernah kualami meresahkan rangka dada yang kurakit sempurna membanjiri rongga mata yang kulindungi dari tatapanmu
ruang di antara kita makin terpelintir, menguap habis dua daging berkaki mulai berkeringat berdua di atas tangis dan tatapan sendiri di masing-masing mimpi dan harapan