>Happy reading<
Alvaro berjalan di koridor dengan satu tangan berada di saku dan satunya lagi memegang stik permen di mulutnya. Dari arah berlawanan, seorang gadis tengah mendengarkan lagu dengan airpods di telinga dan buku di tangannya. Ia melangkahkan kaki dengan cepat lalu menabrak gadis itu dengan sengaja.
"Lo ga papa?" tanya Alvaro dengan wajah pura-pura panik, namun tidak di jawab olehnya.
Ketika gadis di hadapannya hendak ingin pergi, ia menahan dengan memegang tangan kanan gadis tersebut. "Lo yang nabrak gue kemarin kan?"
Bukannya menjawab, gadis tersebut menepis kasar tangan Alvaro, lalu pergi meninggalkannya. Tidak berhenti sampai disana, Alvaro mengikuti kemana gadis itu pergi dengan jalan mengendap-endap agar tidak ketahuan olehnya. Perpustakaan, gadis tersebut memasuki ruangan perpustakaan. Harus banget nih gue ikut masuk juga? Batin Alvaro.
"Woi!" Reyhan menepuk bahu Alvaro hingga lelaki tersebut tersentak kaget.
"Ngapain lo di depan ruang perpus?" lanjutnya.
"E-engga, gue cuma numpang lewat," elak Alvaro.
"Gue pikir lo mau tobat jadi anak pinter."
"Ngapain lo juga di sini?"
"Gue ngeliat lo, ya gue samperin lah."
"Mending lo nyusul Zidan sama Devan gih ke kantin!"
"Terus lo?"
"Nanti gue nyusul."
"Kenapa ga bareng aja?"
"Gue ada urusan,"
"Cepet sana pergi!" usir Alvaro.
"KOK NGUSIR?!"
"Badan lo bau terasi! Ga betah gue lama-lama deket lo!"
"Wah kurang ajar lo ye!"
"Gue denger si Devan mau gebet Alin di kantin!" bisik Alvaro tepat di telinga Reyhan.
Lantas lelaki tersebut melototkan mata. "Wah, kurang ajar si Devan!" Reyhan menggulung lengan seragam ke atas seraya menepuk-nepuk ototnya.
"Mending lo cepet ke kantin gih! Keburu di gebet Devan si mantan lo itu!"
Tanpa menunggu lama, Reyhan pergi meninggalkan Alvaro dengan wajah merah padam. Tidak lupa lengan seragam yang di lipat ke atas sehingga memperlihatkan otot kekarnya. Mau aja di bego-begoin!
Seakan teringat satu hal, Alvaro memasuki perpus, kemudian celingak celinguk mencari gadis yang menabraknya tadi. Matanya tertuju kepada seorang yang tengah membaca buku dengan airpods di telinganya. Dengan senyum mengembang Alvaro menghampiri gadis tersebut, lalu ikut mendudukan diri di bersebelahan dengan-nya.
"Hai," sapa Alvaro namun tidak di respon.
"Bisu lo ya?"
Lantas gadis tersebut menatap tajam ke arah Alvaro tanpa menjawab pertanyaan.
"Di saat cewe-cewe pengen ngedeketin gue, tapi lo malah jual mahal sama gue,"
"Menarik," gumam Alvaro.
Gadis itu memutar mata malas seraya merapikan buku yang tadi ia baca—hendak ingin melangkah pergi. "Lo beda!" ucap Alvaro yang mampu menghentikan langkah kaki gadis tersebut.
Alvaro berdiri dari duduk-nya, kemudian menghampiri gadis yang selalu menghantui pikirannya akhir-akhir ini. "Lo beda dari cewe lain. Dan gue suka itu," ucapnya seraya menatap lekat gadis di hadapannya kini.
KAMU SEDANG MEMBACA
Alzia [END]
Teen FictionAlvaro Ravendra, lelaki badboy yang memiliki paras tampan dan harta melimpah. Ia di pertemukan oleh seorang gadis unik yang cenderung menyendiri dan cuek terhadap sekitarnya. Zia Agatha Zemora, ialah gadis tersebut. Mereka sama-sama memiliki masa l...
![Alzia [END]](https://img.wattpad.com/cover/276640675-64-k284954.jpg)