22 - PERMINTAAN MAAF ANANTHA

3.7K 255 20
                                        

>Happy reading<

Suasana kantin lumayan ramai. Seperti biasanya Alvaro dkk duduk di pojok meja seraya memakan makanan yang tadi Zidan sudah pesankan. Posisinya kini Alvaro, Zia dan Zidan duduk bersebelahan dengan Reyhan, Devan dan Alexa yang berada di hadapan mereka. Perlahan-lahan Zia mulai bisa akrab dengan teman-teman Alvaro khususnya Alexa. Bukan hanya itu, ia pun kini mulai terbiasa berada di tengah keramaian atas tuntunan dari kekasihnya itu. Tiba-tiba seorang lelaki menghampiri meja mereka, sehingga Devan, Alvaro dan Reyhan beralih menatap lelaki tersebut dengan senyum sinisnya. Sementara Zidan, ia tetap santai memakan makanannya.

"Mau nyari gara-gara lagi lo?" tanya sinis Alvaro kepada lelaki yang kini berada di hadapannya.

"G-gue cuma mau minta maaf," ucap Anantha dengan kepala menunduk.

"Ga usah percaya guys, ni orang pasti punya niat jahat," ujar Reyhan seraya melirik Anantha.

"Gue beneran mau minta maaf sama kalian," ucap jujur Anantha.

"Duduk," perintah Zidan dengan nada dingin—berusaha menengahi mereka. "Jelasin!" To the pointnya ketika Anantha sudah mendudukan diri bersebelahan dengan Reyhan.

"Maaf dulu gue udah jauhin kalian. Tapi di balik itu semua, gue punya alasan," ungkap Anantha.

Alvaro menaikan sebelah alisnya. "Jelasin yang detail!" perintahnya.

"Gue punya dendam sama lo pada karena udah ngehianatin gue."

"Harusnya kita yang ngomong gitu sama lo, ngaca brader!" ucap tak terima Reyhan.

"Gue tau semuanya. Kalian ngomongin gue dari belakang kan? Di saat itu gue kecewa banget sama kalian, ga nyangka sahabat-sahabat gue pada ngomongin gue dari belakang."

Alvaro mengerutkan dahi heran. "Wait, lo dapet berita itu dari mana dah?"

"Kak Ridho," jawab Anantha singkat.

"Anjing!" umpat Alvaro dengan tangan mengepal kuat.

"An, kita ga ada ngomongin lo dari belakang. Lagian lo mau aja kemakan omongan Kak Ridho!" ujar Devan.

"Jadi lo ngejauhin kita tanpa alasan cuma karena masalah itu doang?" tanya Alvaro.

"Bukan cuma masalah itu doang. Kak Ridho bikin kesepakatan kalau gue bakal dapet jabatan Ketua Osis asal gue ngejauhin kalian, termasuk lo." Anantha menunjuk ke arah Alvaro.

Kak Ridho yang di maksud adalah orang yang dulu menjadi ketus Osis di SMA Bimasakti. Kini ia sudah menjadi alumni dan jabatannya di berikan kepada Anantha. Bukan hanya itu, ia juga sangat benci dengan Alvaro karena pada masa itu kepopulerannya tergantikan oleh lelaki tampan tersebut.

"Sekarang gue cuma mau minta maaf sama kalian atas semua kesalahan yang pernah gue lakuin. Demi apapun gue ga ada niat jahat. Pikiran gue terbuka setelah dapet pencerahan dari Zia kemarin."

Zidan, Alvaro, Reyhan, Devan dan Alexa beralih menatap Zia. Sementara gadis itu hanya menunjukan senyum tipisnya.

"Gue cuma pengen damai, itu aja," sambung Anantha.

"Santai bro, kayak sama siapa aja. Kita ini sahabat lo, chill man!" Devan menepuk-nepuk bahu Anantha dengan tangan kekarnya.

"Halah, dulu lo bilangnya najis-najisan, sekarang malah ngaku sahabatan," sindir Reyhan kepada Devan.

"Lo ngomong najis ke gue?" ucap tak terima Anantha.

"E-eh, bukan gitu maksud gue, An," bantah Devan.

Alzia [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang