>Happy reading<
Bel istirahat berbunyi yang menandakan seluruh siswa memberhentikan pelajarannya untuk beristirahat. Di depan pintu kelas XII MIPA 2 Alvaro bersenderan di dinding dengan kedua tangan di masukan ke dalam saku celana. Tentu saja tujuannya saat ini untuk menjemput kekasihnya—Zia. Tak lama akhirnya gadis cantik dengan rambut terurai tersebut keluar dari kelas, lalu menghampirinya dengan senyum manisnya itu. Alvaro juga ikut tersenyum, tidak lupa ia mengacak rambut gadis di hadapannya dengan gemas.
"Yuk, kantin," seru Zia.
Tangan Alvaro beralih merangkul bahu Zia, lalu melangkah pergi meninggalkan kelas XII MIPA 2. Kedua sejoli tersebut berjalan menyusuri koridor tanpa memperdulikan banyak mata yang sudah memandang mereka. Setibanya di kantin, Alvaro menarik tangan Zia menuju meja teman-temannya, kemudian mendudukan gadis itu di sebelahnya. Ia melirik Zia dengan senyum tipis.
"Mau pesen apa, hm?"
"Kayak biasanya aja, Al."
"Dan, pesen—,"
"Mager," celetuk Zidan dengan wajah datarnya.
"Sialan lo!" Ia menghela napas panjang seraya memutar mata malas. Di lihatnya Devan dan Alexa yang tengah berpacaran dengan Anantha dan Reyhan yang sama-sama fokus dengan game di ponselnya. Mau tidak mau dirinya yang harus memesan makanan sendiri. Ia beralih menatap Zia dengan tangan yang sudah menangkup pipi kanan gadis itu.
"Aku pesen dulu ya," pamit Alvaro dan di balas anggukan oleh Zia.
Setelah kepergian Alvaro, Zia merasakan ada yang menjanggal di area kewanitaannya. Lantas ia juga ikut berdiri dari duduknya, sehingga mereka berlima yang tadinya asik dengan kesibukan masing-masing, kini beralih menatap Zia dengan tatapan bertanya.
"Gue izin ke toilet bentar," pamit Zia, namun di tahan oleh Alexa.
"Mau gue anterin?" tawar Alexa.
Zia menggelengkan kepala. "Ga usah, Lex. Bentar doang kok gue."
"Nanti kalau ada apa-apa, telfon gue ya," ujar Alexa dan di balas anggukan oleh Zia.
Lantas gadis itu pergi meninggalkan kantin menuju toilet. Setibanya di toilet, tidak banyak siswi yang berada di sana. Zia mengerutkan dahi heran. Biasanya akan banyak siswi yang memasuki toilet di saat jam istirahat seperti ini. Tidak ingin berpikir panjang, Zia menepis semua keburukan yang ia pikirkan. Lantas gadis itu mulai memasuki salah satu toilet dengan terburu-buru.
Selesainya dengan itu, Zia keluar dari toilet. Sebelum kembali ke kantin, terlebih dahulu ia memutuskan untuk berkaca dan cuci muka di wastafel. Tidak di sangka-sangka dari arah belakang Pak Niko memegang bahunya. Spontan dirinya tersentak kaget. Pria paruh baya tersebut melangkah mendekati Zia, sehingga mau tidak mau gadis itu harus cepat-cepat pergi meninggalkan toilet dengan segera. Belum sempat melangkah ingin pergi, Pak Niko terlebih dahulu memegang tangan kanannya dengan sangat erat. Wajah pria paruh baya itu begitu menakutkan di mata Zia. Senyum sinis dan mata menatap dirinya lekat dari atas hingga bawah membuat wajah pria itu terlihat sangat menakutkan.
"Jangan pergi dulu dong, Nak," ucap Pak Niko dengan senyum menggodanya.
"B-bapak mau n-ngapain?!" tanya Zia dengan tubuh bergetar.
KAMU SEDANG MEMBACA
Alzia [END]
أدب المراهقينAlvaro Ravendra, lelaki badboy yang memiliki paras tampan dan harta melimpah. Ia di pertemukan oleh seorang gadis unik yang cenderung menyendiri dan cuek terhadap sekitarnya. Zia Agatha Zemora, ialah gadis tersebut. Mereka sama-sama memiliki masa l...
![Alzia [END]](https://img.wattpad.com/cover/276640675-64-k284954.jpg)