Part 7. Birthday

870 712 1K
                                        

"Lo ngapain pagi-pagi ada di kelas gue?" tanya Ervan sambil menatap Dinda.

"Happy birthday Ervan, semoga panjang umur, sehat selalu, makin pintar belajarnya, sikap dinginnya sama Dinda di kurangin ya, Wish you all the best and God bless you. Ini kado dari Dinda semoga Ervan suka ya," ucap Dinda sambil memberikan kado dan kartu ucapannya kepada Ervan.

"Di baca ya kartu ucapannya," ucap Dinda sembari tersenyum memandang ke arah kartu ucapan yang sudah di terima oleh Ervan.

Ervan langsung saja membuka dan membaca isi dari kartu ucapan yang diberikan oleh Dinda kepadanya.

Dear : Ervan Gunawan

"Semua yang ada di dunia ini memiliki limit, namun cintaku padamu tak terhingga. Selamat Ulang Tahun Ervan."

From : Dinda Maharani

"Thanks," jawab Ervan singkat.

"Iya, sama-sama Ervan,"

"Semoga suka ya," ucap Dinda.

"Hm," lagi lagi jawab Ervan singkat.

Dinda memaksakan senyumnya melihat tingkah laku Ervan yang benar benar dingin bagaikan es yang ada di kutub Utara.

"Dinda ke kelas dulu ya Ervan," pamit Dinda.

"Oke."

Dinda langsung saja pergi dan meninggalkan Ervan yang berada di kelasnya sendirian.

Benar benar ya tuh cowok dingin amat, untung gue sabar, untung juga gue sayang sama dia, kalau enggak sih ogah gue kayak gini ke dia, batin Dinda.

Dinda duduk di kelasnya sambil menunggu kedatangan Divya.
Dinda tak perlu lama-lama menunggu, akhirnya Divya datang juga.

"Hai Din, tumben rajin," sapa Divya yang sudah datang dan berjalan menuju bangku tempat di mana Dinda duduk.

"Iya, 'kan hari ini ulang tahunnya Ervan,"

"Oh iya, gimana reaksinya dia?"

"Hadiahnya di terima nggak?" lanjut Divya.

"Reaksinya biasa aja, hadiahnya di terima, tapi sikap Ervan ke gue masih sama,"

"Masih dingin kayak biasanya?"

"Iya,"

"Kayaknya emang susah menaklukkan hati dia Din, lo harus punya kesabaran segedong buat nanggepin sikap dinginnya dia," saran Divya.

"Iya, gue harus sabar demi dapetin hati dia," ucap Dinda dengan pandangan menuju arah pintu kelasnya.

"Lo jangan keseringan melamun Din, nanti kerasukan setan lo,"

"Iya, ini gue lagi mikir,"

"Mikir apaan lagi lo Din? Ga capek apa terus-terusan mikirin yang hal yang nggak perlu lo pikirin,"

"Hari ini 'kan ulang tahunnya Ervan, terus-"

"Terus?"

"Pasti banyak cewek yang kasih Ervan hadiah, terus mereka mencoba merayu Ervan,"

Divya memutar bola matanya, malls. "Terus apa hubungannya sama lo?"

"Ada dong hubungannya, kalau nanti Ervan luluh, terus malah suka sama cewek-cewek itu gimana dong?" khawatir Dinda.

"Ada-ada aja lo Din, lo aja yang cantik, baik, pinter, banyak yg idolain lo. Dan lo juga belum bisa taklukkan hatinya Ervan, apalagi cewek-cewek biasa kayak mereka, nggak mungkihlah,"

My Cold Man [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang