Part 16. Possible or Impossible?

618 467 1K
                                        

Ervan mengirimkan pesan yang benar-benar bisa membuat gadis itu seketika gila setelah membacanya. Entah apa yang ada di otak Ervan saat ini, Ervan yang awalnya cuek dan dingin sekarang jadi secandu itu chattingan dengan Dinda. Mungkin otak Ervan mengalami dislokasi karena tadi terbentur di stang mobilnya.

Plak!

Tiba-tiba Ervan menampar pipinya sendiri.

"Lo ngapain sih, Van? Sadar lo sadar! Kok jadi ikut gila sih kirim-kirim pesan kayak gini ke gadis gila itu." ucap Ervan sambil melempar ponselnya ke atas kasurnya.

Ervan langsung bergegas ke kamar mandinya dan segera mengguyur tubuhnya itu dengan air dingin supaya ia bisa menyegarkan dan menormalkan isi otaknya yang sempat mengalami dislokasi.

"Gila lo, Van!" ucap Ervan di dalam kamar mandinya.

*****

Sore itu tubuh Dinda terasa sangat gerah dan kepanasan akibat ia terlalu serius mengerjakan tugas sekolahnya. Otaknya juga saat ini terasa sangat berat karena banyak sekali menampung materi dan juga menampung haluannya yang tidak penting itu. Tidak penting bagi orang lain tapi penting bagi Dinda.

"Huhh panas banget, gue mandi dulu ah biar lebih fresh dan bisa lanjut belajar lagi, biar nanti nilai gue nggak turun di semester depan." ucap Dinda sambil berjalan mengambil handuknya dan menuju ke kamar mandinya.

Setelah Dinda selesai mandi, ia kemudian menyandarkan tubuhnya di kursi belajarnya. Dinda pun langsung meraih ponselnya dan melihat ada satu notifikasi WhatsApp yang masuk, Dinda segera membuka pesan yang di kirimkan kepadanya.

1 pesan baru

"Sekarang gue mau mandi. Lo juga mandi ya biar wangi!"

~Ervan Gunawan

Setelah Dinda membaca isi pesan yang dikirimkan oleh Ervan kepadanya, tiba-tiba wajah Dinda berubah memerah.

"Hua... ini beneran Ervan yang kirim pesannya? Sumpah, kok dia bisa sikapnya tiba-tiba berubah kayak gini?" teriak Dinda sambil berlari naik ke atas kasurnya dan melompat-lompat seperti anak kecil. Dinda benar-benar sudah dibuat gila.

"Huh, cukup. Sekarang gue balas dulu pesan dari Ervan," ucap Dinda sambil menarik nafasnya dalam-dalam dan mulai menuliskan pesan yang akan ia kirimkan kepada Ervan.

"Okay, kirim."

Wajah Dinda terlihat sangat bahagia usai mengirimkan pesan ke nomor WhatsApp-nya Ervan. Dinda tak sabar menunggu balasan dari Ervan Gunawan si es batu yang tiba-tiba mengalami perubahan yang tak terduga.

*****

Setelah Ervan selesai mandi, ia segera turun menuju ke meja makannya karena ia sangat kelaparan.

Drttt drtt

Ervan baru saja berjalan satu langkah, tiba-tiba ponsel di atas kasurnya bergetar. Ia penasaran siapa yang mengirimnya pesan sore-sore bolong, ia kemudian membalikkan badannya dan segera meraih ponselnya dan membuka pesan WhatsApp-nya. Ervan tiba-tiba terkejut setelah membuka dan membaca isi pesan tersebut.

"Dinda sudah mandi kok Ervan, sudah wangi sekarang. Btw, Dinda jadi kangen sama Ervan."

~08xxxxxxxxxx

Ervan hanya geleng-geleng dan tak membalas pesan dari Dinda, hal itu dikarenakan salah dirinya sendiri tadi mengirimi pesan seperti itu ke Dinda yang bisa membuat gadis itu tambah gila kepadanya.

Ervan tak memperdulikan isi pesan yang dikirimkan oleh Dinda kepadanya. Ervan langsung saja melempar kembali ponselnya ke atas kasurnya dan berjalan turun menuju meja makannya.

My Cold Man [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang