***
"Caramel."
"Kak cleo!!" Jerit caramel. Ia merasa aneh, apa ia kembali ke tubuhnya. Tetapi, itu tak penting sekarang, yang terpenting ia sudah bertemu dengan kakaknya.
"Kara kangen kakak!" Ucap caramel memeluk sosok Cleo. Cleo tersenyum lembut, ia mengusap rambut caramel dengan penuh kasih sayang.
"Baru aja ketemu tadi udah kangen aja." Ucap Cleo.
Caramel melepaskan pelukannya, matanya berkaca-kaca. Cleo gelagapan, ia panik. "Eh kenapa? Kakak buat salah ya?"
"Maafin kara ka. Kara selalu iri sama kakak, kara pengen kaya kakak. Kakak selalu dapet perhatian mamah sama papah. Sedangkan kara, sedetik aja mereka gak pernah perhatiin kara." Ucap kara sembari menitikan air mata.
"Kamu jangan ngomong kaya gitu, mereka itu sayang kamu." Ucap Cleo berusaha menenangkan.
"Bohong! Mereka gak pernah sayang kara. Mereka cuma sayang sama kakak." Caramel menangis keras detik itu juga. Rasanya sungguh sesak, mengingat masa masa ia yang tak pernah di pedulikan oleh kedua orang tuanya.
"Jangan nangis."
"Hiks ... Kara cuma punya kak Cleo, tapi hiks kak Cleo gak percaya sama ucapan kara hiks ... "
"Kakak selalu percaya kamu." Ucap cleo dengan senyuman khasnya.
"Tapi kakak waktu itu—"
"Shut.... Udah, kamu balik dulu ya. Semuanya bakalan balik lagi kaya semula. Kamu tenang aja. Kakak juga percaya sama kamu ko." Perlahan sosok Cleo mengabur, caramel panik di tempatnya.
"Kakak! Kakak mau kemana, kakak jangan pergi. Caramel mau sama kakak!"
"KAKAK!" Percuma saja. Meskipun caramel berteriak dengan keras, sosok Cleo sudah hilang, digantikan dengan cahaya yang sangat terang. Caramel menutup matanya karna silau.
"CHEL..."
"RACHEL!!"
"KAKAK!" Nafas rachel terengah-engah, matanya merah, entah merah karna sehabis tidur entah merah karna menangis.
"Rachel! Kamu ini apa apaan, tidur di jam pelajaran ibu. Meskipun kamu itu murid pintar, tapi kamu tidak bisa seenaknya tidur di jam pelajaran saya." Sembur wanita bertubuh gemuk di depan. Rachel akhirnya mengerti akan situasi ini, dengan cepat ia meminta maaf.
"Lo sih chel, malah tidur lagi." Bisik kimmy pelan. Rachel menghela nafas, ia terlalu mengantuk. Entah kenapa, padahal semalam ia tidur dengan cepat.
"Sudah! Kamu keluar! Cuci muka kamu, supaya tidak mengantuk lagi."
"Iya bu." Rachel menjawab lesu. Ia segera keluar dari kelasnya.
Ia berjalan ke arah toilet, ia mencuci wajahnya di wastafel. Ia mengusap wajahnya dengan kasar, kenapa ia memimpikan kakaknya. Ah, mungkin ia terlalu rindu dengan kakaknya itu. Ia memang sangat dekat dengan kakaknya, kakak nya selalu mendukungnya dalam hal apapun. Meski ia banyak berbuat salah pada kakaknya, kakaknya selalu memaklumi. Ia terisak pelan.
"Apa?! Caramel juga benci kakak!"
"Kak Cleo itu baik. Aku gak benci kak Cleo. Aku cuma gak bisa nerima hal yang nimpa aku. Aku sayang kak Cleo." Gumam Rachel lirih.
Ia menangis. Matanya sudah mengeluarkan air mata sedari tadi, mood nya memburuk. Ia menepuk dadanya keras. "Caramel pengen pulang, caramel rindu kakak." Ucapnya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Transmigration Of Two Souls (Tamat)
FantasyKejadian yang tak masuk akal itu menimpa Caramel. Ia harus masuk ke dalam raga seseorang yang sangat di benci oleh keluarga besarnya. Beruntung nya raga itu mempunyai kedua orang tua yang sangat menyayanginya, beruntung nya juga raga itu mempunyai s...