Fourty Six

8.6K 944 17
                                    

***

Setelah pulang sekolah, dirinya dengan cepat mengendarai motor nya ke tempat yang akan ia tuju—kantor polisi. Tempat dimana wanita itu di tahan.

Hatinya tak tenang sedari tadi, ia berharap bahwa wanita itu terbebas dari masalahnya.

Ia memarkirkan motornya, ia tak perlu mencari gadis itu lagi, karna dengan kebetulan gadis itu berada tak jauh dengannya.

"Rachel."

Gadis itu menoleh, ia tersenyum kecil. Gadis itu menghampiri dirinya. "Lo beneran kesini ternyata." Ucap Rachel.

"Lo nggak kenapa napa kan?" Tanya nya dengan nada khawatir.

"Gue nggak papa laskar." Ucap Rachel.

"Nggak enak kalo ngomong disini, mending kita pindah tempat. Ke cafe gitu, gue laper soalnya hehe." Ucap Rachel dengan tidak tahu malunya.

Laskar tersenyum kecil. "Ayo naik."

Dengan semangat Rachel naik ke motor laskar. Ia segera memeluk laskar, baginya hal ini adalah hal biasa. Karna dulu ia sering memeluk Cleo ketika sedang di bonceng. Cleo dan laskar tidak jauh berbeda, sama sama perhatian.

Jantung laskar berdegup kencang, meski begitu ia menutupi ekspresi nya dengan wajah datar miliknya. Ia segera menyalakan motornya, lalu pergi dari sana.

Setelah beberapa menit mereka akhirnya sampai di Cafe. Mereka memesan beberapa cemilan dan minuman.

"Kenapa mereka nangkap lo?" Tanya laskar disela sela keheningan mereka. Rachel mengangkat bahunya acuh. "Mungkin mereka gabut?"

Laskar terdiam, ia menghela nafas sejenak. "Gue serius Rachel."

Rachel menampilkan deretan gigi nya. "Gue juga nggak tau, tanya dinda aja." Ucap Rachel.

Setelah itu tak ada percakapan lagi di antara mereka. Sebelum laskar kembali berbicara.

"Lo besok sekolah?" Tanya laskar. Rachel mengangguk.

"Gue jemput, ada yang mau gue omongin." Ucap laskar.

"Kenapa nggak sekarang aja?" Tanya Rachel.

"Gue maunya besok." Rachel mendengus. Dia baru tau bahwa laskar bisa menyebalkan.

"Udah, sekarang makan. Tadi katanya laper." Ucap laskar. Rachel segera memakan makanannya, begitupun laskar.

Keadaan menjadi hening karna Rachel fokus dengan makanannya, sementara laskar sibuk memperhatikan Rachel.

---

Rachel pulang ke rumahnya, ia langsung di sambut oleh kedua orang tuanya. Ia di peluk dengan erat.

"Kamu kemana aja sayang?"

"Maaf, mah pah. Rachel agak telat pulang, mampir dulu ke cafe bareng temen." Ucap Rachel.

"Yang tadi nganterin kamu?" Tanya sang mama. Rachel mengangguk pelan.

"Ya udah, sekarang kamu masuk. Istirahat ya sayang, nanti malem kamu turun. Mama mau masakin makanan kesukaan kamu."

"Siap ma!"

---

Pagi hari

Seperti biasa Rachel sudah memakai seragam yang lengkap. Ia segera turun ke bawah, meski ia terkena skandal kemarin, tetapi ia harus pergi ke sekolah, karna ada hal yang akan terjadi nanti. Hal itu yang akan membuatnya senang.

Kedua orang tuanya juga mengetahui insiden itu, namun Rachel bisa beralibi. Kedua orangtuanya berjanji jika Dinda bertindak lebih lanjut, mereka tak segan segan akan menjebloskan Dinda ke penjara.

Transmigration Of Two Souls (Tamat) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang