#60

4.3K 352 32
                                    

Hai yorobuuun~
maaf terlambat :(
Selamat Bermalam Ahad dengan Rani !!
lechugoo~
.
.
.


"Alhamdulillah kita sudah menyelesaikan UN dengan lancar. Buat anak-anak sekalian setelah ini jangan langsung berleha-leha. Jarak ke perpisahan memang jauh karena menyesuaikan dengan jadwal Kyai. Nah tugas kalian setelah ini bersih-bersih seperti kemarin di pagi hari, dan membantu ustadz-ustadzah mempersiapkan ujian anak SMP dan SMA. Dapat dimengerti semuanya?". 

"Mengerti ustadz" jawab anak kelas duabelas serempak 

Ustadz Najib mengangguk. "Baik setelah ini silahkan ke kamar. Untuk selebihnya nanti informasi menyusul. Ingat jangan mentang-mentang sudah free melupakan hafalannya dan membuat gaduh" peringat ustadz Najib

"Siaap ustadz"

"Baik, wassalamu'alaikum warahmatullahiwabarokatuh"

"Wa'alaikumussalam warohmatullahiwabarokatuh"





"Makan?" tanya Anna

"Gaasss" seru Najma

"Yang lainnya juga pada makan-makan tuh, nanti gabung aja kali ya?" tanya Gina

"Gampang, yuk" ajak Najma

Sampainya di tempat makan, santri putri kelas duabelas memenuhi. Mereka memilih menyatukan meja dan bangku daripada lesehan. Iya tempat makan di pesantren memiliki bangku dan ruang lesehan untuk makan.

"Wohoho pesta" seru Tika

"Ini gak ada yang beli es batu?" tanya Fathia

"Ana! Ana!" heboh Bening mengangkat tangannya

"Sama ana yuk" ajak Maysun

"Ikutan jugaaaa" seru Fella

"Kuy bertiga" Bening keluar tempat makan, disusul kedua temannya menuju kantin.

"Mari kumpulkan sesajen!" seru Yesmi. Sontak teman-temannya yang berjumlah 40 itu menaruh serempak jajanan mereka di atas meja. Tidak semua anak, hanya seikhlasnya yang ingin menyumbang

"Rani melewatkan lagi" lesu Ilmi. Ia benar-benar rindu dengan sahabatnya itu

"Iya ya" sahut Gina

"Ustadz Febri sih gak sabaran, huh" sebal Ilmi

"Kok bisa ustadz Febri?" tanya Gina berbisik

"Tau nih" Anna menyahut. Ia yang duduk di samping Ilmi terdengar

"Yaa coba aja beliau bisa nahan nafsu, belum nikah, belum tekdung juga kan si Rani"

"ASTAGHFIRULLAH!" heboh Anna. Sedang Gina mengernyit tak paham

"GINA JANGAN DI DENGERIN!"

"Anna kenapa deh teriak-teriak gitu?" tanya Safina risih. Padahal sekarang masih jam sekolah, Anna berteriak begitu bisa terdengar sampai mana-mana

"Eh afwan afwan"

Ilmi cengengesan melihat sahabatnya yang disalahkan itu. "Makanya jangan teriak-teriak" ujarnya

"Diem anti ya Ilmi" sinis Anna

Ilmi terkekeh

Keadaan kembali tenang. Es batu sudah dimasukan ke dalam baskom besar yang terisi minuman berasa jeruk.

"Udah ya, makan nih yaaa" Liza mengawali

"Lecugoooo~" seru Asma

Makan-makan seperti ini sudah menjadi pandangan yang umum di pesantren. Meski kebanyakan berjajan ciki-ciki namun dengan ini mereka bisa mempererat tali persaudaraan. Saling berkomunikasi satu dengan yang lainnya, berbagi dengan teman, dan tertawa bersama. Mengasyikan. Dan itu jelas terpancar dari raut wajah mereka.



Saranghae UstadziiTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang