[SEMBILAN]
Jam 8 malam, Ana sudah bersiap dengan celana kulot panjang berwarna hitam, kaos putih polos, serta jaket hitam.
Ana bercermin dan mengolesi bibirnya dengan lipbalm, lalu keluar menuju ruang tengah untuk pamit. Ia akan pergi kerja kelompok.
Kebetulan malam ini malam minggu, jadi ia tidak khawatir jika tidur larut malam karena kerja kelompok.
"Bunda, abang, aku ke rumah temen dulu yah? Mau kerja kelompok." Ucap Ana meminta izin.
"Temen siapa?" Tanya Sania menatap Ana. Sedangkan Arlan hanya menyimak sambil memakan cemilannya.
"Lian bund"
Sania mengangguk, "Pulang jam berapa?" Ana berfikir sejenak. Awal kerja kelompok saja jam 10 malam, berarti ia akan pulang larut malam. "Em, kayaknya Ana pulangnya maleman deh bund, soalnya tugasnya banyak"
"Ohh. Yaudah, tapi jangan lewat jam 12, oke?" Ana mengangguk lalu salim kepada Bunda dan abangnya.
"Eh, lu nggak mau gue anter aja?" Tanya Arlan. Ana menoleh lalu menggeleng, "Nggak usah bang, gue udah pesen taksi online. Bukannya lo mau pergi sama temen?" Arlan menggeleng, "Jam 9 baru gue jalan" Ana hanya mengangguk kemudian melangkah pergi.
Arlan memang akan pergi reuni bersama teman SMA nya, lalu besok sore ia pulang.
Ana melamun didalam taksi, "Maaf yah bund, bang. Ana bohong" Gumam Ana dalam hati.
Ana sengaja berbohong. Karena, jika ia bilang mau ke club, tentu ia tidak akan diizinkan. Ana juga sengaja berangkat cepat, agar tidak dicurigai.
Tujuannya saat ini adalah kafe. Ia akan menunggu di kafe sampai Deon datang menjemputnya.
----
Dentuman musik memenuhi ruangan yang ramai oleh orang-orang yang sedang menikmati malam mereka. Jam sudah menunjukkan pukul 22:10, tapi tempat ini masih ramai.
Ana dan ketiga temannya duduk disalah satu meja paling pojok belakang, Ana yang meminta. Ana sengaja, agar jauh dari orang-orang.
Ana mengedarkan pandangannya, banyak orang yang bergoyang, tanpa rasa malu. Bahkan ada pasangan yang bermesraan tanpa malu diliat banyak orang.
Ana risih berada ditempat ini. Ia kembali mengalihkan pandangannya kearah temannya. Dimeja mereka sudah ada empat gelas untuk mereka masing-masing.
"Ayo, kita mulai kerja kelompoknya" Ucap Ana lalu membuka tasnya hendak mengeluarkan buku-bukunya, tapi tangannya ditahan oleh Deon. Ana menatap heran Deon, "Kenapa?"
"Bentaran aja. Tuh diminum dulu, gue tau lo haus" Ucap Deon menunjuk gelas didepan Ana dengan dagunya.
"Iya Na, bentaran aja" Sambung Aldi. Sedangkan Lian hanya mengangguk, sambil meminum minumannya.
Ana mengangguk lalu meminum minumannya hingga habis. Ana heran, ini minuman apa? Tanya Ana dalam hati.
Tapi Ana merasa suka dengan minuman itu, lalu kembali menuangkan minuman itu kedalam gelasnya, tanpa berpikir panjang.
Deon, Aldi dan Lian yang melihat itu saling pandang, lalu tersenyum miring.
Jam sudah menunjukkan pukul 23:15. Pandangan Ana mulai memburam. Sedari tadi, ia sudah menghabiskan dua botol minuman. Dan sekarang, Ana sudah kehilangan kesadarannya. Ia dalam pengaruh alkohol.
KAMU SEDANG MEMBACA
RAGANA [END]
Teen Fictionºººº - RAGANA ALBIANO PUTRA & ANARA ADRIAN - Ragana Albiano Putra. Cowok 18 tahun, yang merupakan salah satu siswa populer di SMA NUSANTARA. Sifatnya yang ceria, membuat orang-orang menganggap bahwa dia baik-baik saja. Tapi tanpa mereka sadari, tern...
![RAGANA [END]](https://img.wattpad.com/cover/283539962-64-k569454.jpg)