Hai.
♡Sorry lama♡
Raga mengendarangi motornya dengan kecepatan sedang dibawah langit mendung, menuju rumah. Ana yang berada diboncengannya mendongakkan kepalanya sekilas melihat langit, sangat jarang mendung dipagi hari.
Kondisi Ana sudah kembali seperti biasa setelah sempat tak sehat akibat perbuatan Sonya minggu lalu. Dan Ana merasa bersyukur, karena ia tak lagi diganggu atau bahkan melihat Sonya disekitarnya. Ia memang penasaran kenapa Sonya suka tiba-tiba hilang dan tiba-tiba muncul kembali lalu tiba-tiba hilang lagi. Tapi ia memutuskan untuk tidak peduli, dan juga ia tidak pernah menanyakan tentang Sonya kepada siapapun, begitu pula sebaliknya, tidak ada siapapun yang pernah memberitahunya atau pun yang bercerita tentang Sonya.
"GA!" Panggil Ana sedikit berteriak agar Raga mendengarnya. "Cepetan nanti hujan" Raga hanya berdehem pelan lalu sedikit menambah kecepatan.
Beberapa menit kemudian mereka sampai. Raga membuka helmnya lalu helm Ana dan sedikit merapihkan rambutnya kemudian masuk kedalam rumah.
Satu jam kemudian.
"Ga, laper deh" Ucap Ana sambil memainkan ponselnya dengan kepala yang bersender didada Raga. Padahal tadi mereka sempat singgah makan bakso sepulang sekolah, tapi Ana masih saja merasa lapar.
Raga menyimpan ponselnya lalu memeluk Ana. "Laper ya makan Na" sesekali ia mengecup singkat kepala Ana.
"Masakin"
Raga terkekeh pelan. "Mau makan apa emang? Mie doang tuh yang ada"
Dirumah mereka memang jarang ada bahan makanan, karena mereka lebih sering makan diluar atau pesan online.
"Ngga jadi deh"
"Gue pesenin aja mau?" Tanya Raga.
Ana menggeleng pelan, "Ngga usah, ngga laper-laper amat kok" Jawab Ana.
"Yaudah. Tidur siang dulu Na, ngga ngantuk emang?"
Karena tak ada jawaban dari Ana, Raga pun memiringkan kepalanya melihat wajah Ana yang ternyata sedang tersenyum-senyum sendiri menatap foto seseorang yang katanya bernama Jaehyun itu. Raga menggeleng pelan lalu dengan gemas ia mengecup pipi Ana berkali-kali hingga membuat cewek itu kesal.
"Liatin siapa itu, hmm?" Ucap Raga masih terus melancarkan aksinya.
Ana berusaha menjauhkan wajahnya namun kekuatan tangan Raga tak dapat ia kalahkan, alhasil ia hanya dapat terus mengeluh. "Udahan Ga!" Raga pun terkekeh pelan dan menghentikan aksi jahilnya dengan Ana yang meliriknya sinis.
"Makanya tidur sekarang, main hp mulu"
"Bacot lo Ga" Mau tidak mau Ana pun menurut. Ia menyimpan ponselnya kemudian berbaring dengan Raga yang juga sudah berbaring disampingnya. "Ngga ada peluk-peluk ya!" Ucap Ana cepat saat melihat gerak gerik Raga.
Raga berdecak kesal, "Serah lo, cepetan tidur!"
Beberapa saat kemudian Ana sudah tertidur nyenyak dengan dengkuran halusnya, sedangkan Raga sedang memainkan ponselnya tampak beberapa kali mengetikkan pesan. Padahal tadi ia sendiri yang menyuruh Ana berhenti bermain ponsel dan tidur.
Shaka
|Gimana Ana?
Raga sejujurnya sudah beberapa kali menghubungi Shaka, karena sejak kejadian itu Shaka tak pernah kelihatan ataupun menghubunginya. Tapi tadi tiba-tiba saja muncul notif dari Shaka dan Raga langsung saja mengeceknya, ternyata Shaka menanyakan Ana.
KAMU SEDANG MEMBACA
RAGANA [END]
Teen Fictionºººº - RAGANA ALBIANO PUTRA & ANARA ADRIAN - Ragana Albiano Putra. Cowok 18 tahun, yang merupakan salah satu siswa populer di SMA NUSANTARA. Sifatnya yang ceria, membuat orang-orang menganggap bahwa dia baik-baik saja. Tapi tanpa mereka sadari, tern...
![RAGANA [END]](https://img.wattpad.com/cover/283539962-64-k569454.jpg)