[DUA PULUH]
Jam menunjukkan pukul 21:30. Setelah memarkirkan mobilnya digarasi rumahnya, Raga masuk kedalam rumahnya dan langsung menuju kamar untuk istirahat.
Raga merasa sangat lelah, padahal ia tidak melakukan hal-hal yang berat. Setelah membersihkan diri, ia berbaring diatas kasurnya dan menatap langit-langit kamarnya.
Ia menghela nafas, "Capek, padahal nggak ngapa-ngapain" Gumamnya.
Akhir-akhir ini, ia memang sering cepat merasa capek, walaupun aktivitasnya tidak begitu berat. Contohnya saja, waktu di rumah Ana, padahal, ia hanya berlari dari halaman belakang menuju dapur, itupun jaraknya dekat, ia sudah ngos-ngosan, dan capek. Dan sekarang, padahal ia hanya keluar sebentar, tidak melakukan kegiatan yang berat, ia sudah merasa sangat lelah.
"Fisik gue semakin lemah" Gumam Raga lalu memejamkan matanya untuk tidur.
----
Raga mengguyar rambutnya kebelakang, keringat yang ia dapat setelah aksi kejar-keajaran dengan Reno, menetes dari dahinya membuat ia terlihat sangat tampan. Cewek-cewek menatap kagum padanya, namun ia hanya mengabaikannya.
Raga sedang duduk dikursi kantin bersama kedua sahabatnya, tentunya Reno dan Lintang. Makanan yang mereka pesan belum mereka makan, karena mereka menunggu ketiga cewek untuk makan bersama, tentunya Ana, Lala dan Kinan.
"Mana sih tuh cewek?! lama amat, dandan dulu kali ya?" Reno mengendus kesal.
"Bacot lo!" Cerocos Raga.
"HAY GUYS!" Teriak Lala dari jauh, tak peduli dengan berbagai tatapan dari para pengunjung kantin. Ia datang bersama dengan Ana dan Kinan. Mereka duduk didepan pesanan masing, sebelumnya mereka sudah memesan pada Raga dan yang lain.
"Akhirnya yang ditunggu dateng juga" Ucap Reno syukur, lalu mengambil sendok hendak memakan baksonya. Baru akan menyuap baksonya, suara Lala menghentikan pergerakannya.
"Eittss, baca do'a dulu napa, main makan aja lo!" Ucap Lala mengehentikan Reno. Reno memutar bola matanya malas, "Udah dari tadi gue mah, dari sebelum lo bertiga dateng" Balas Reno lalu memakan baksonya.
Yang lain hanya menggeleng melihat dua manusia yang sepertinya tidak akan pernah akur. Setelah membaca do'a sesuai dengan perintah Lala, mereka memkan makanan mereka.
"Kenyang" Ucap Ana, menjauhkan nasi goreng yang masih terisi banyak.
Raga yang melihat itu, mengambil piring Ana lalu memutar badannya menghadap Ana. "Habisin dulu, Na" Perintah Raga hendak menyuap Ana.
Ana menutup mulutnya dengan kedua tangannya lalu menggeleng, "Nggak mau! Udah kenyang, Ga"
Raga menatap tajam Ana, "Lo makan dikit doang, masa udah kenyang. Makan lagi yah, gue suapin" Ucap Raga lalu menyuapkan nasi goreng itu.
Ana mengendus kesal, lalu menerima suapan Raga dengan terpaksa. "Nah, gitu dong" Ucap Raga lalu terkekeh melihat wajah kesal Ana.
"Huwekk, pen muntah gue" Reno berlagak seolah ingin muntah, melihat dua pasangan didepannya. Sedangkan Lintang, dan Kinan lagi-lagi hanya menggeleng melihat kelakuan orang-orang didepan mereka.
"Jomblo mah emang gitu yah, suka iri" Ucap Lala sambil melirik Reno.
"Emang situ punya? Nggak kan?" Balas Reno.
Lala dengan sengaja mengibaskan rambut panjangnya dan mengenai wajah Reno yang memang duduk disampingnya. "Gue kan cantik, jadi nggak usah pusing, kalau mau tinggal pilih"
Kinan mengacungkan jempolnya kearah Lala, "Bener tuh, kita sama!" Sambung Kinan.
Reno memutar bola matanya, "Serah kalian, ngalah gue mah" Ucap Reno lalu kembali memakan makanannya.
Raga dan Ana tidak menghiraukan mereka, mereka sibuk dengan aktivitasnya sendiri. Sedangkan Lintang fokus pada makanannya.
----
Mereka berjalan bersama menuju parkiran. Bel pulang sudah berbunyi 5 menit yang lalu.
"Beneran mau pulang sama mereka aja?" Tanya Raga. Ana rencananya mau pulang bersama Lala dan Kinan. Mereka juga sudah janjian, mau jalan-jalan ke mall bersama, sore ini.
"Iya lah, Ana sama kita!" Bukan Ana yang menjawab tapi si cerewet, Lala. Ana dan Kinan mengangguk mengiakan.
"Lain yang ditanya, lain yang jawab" Ucap Reno yang sudah berada diatas motornya sambil memasang helm dikepalanya.
"Bener tuh, orang gue nanya Ana" Sambung Raga membenarkan Reno.
"Gue sama mereka aja" Ucap Ana pada Raga. Raga mengangguk, "Yaudah, kalau sampai kabarin gue yah?" Ana mengangguk, lalu masuk kedalam mobil bersama Lala dan Kinan. Setelah mobil mereka jalan, Raga dan yang lain ikut melajukan kendaraannya menuju tujuan masing-masing.
----
"Btw, kalian kenapa pindah?" Tanya Ana, sambil memakan cemilan yang mereka beli di Koreamaret tadi. Ia duduk bersama Kinan di kursi belakang, sedangkan Lala menyetir.
"Dipaksa sama si Lala. Katanya nggak mau jauh-jauh lagi sama Mamanya, suka nangis dia kalo malem, gara-gara rindu" Jawab Kinan.
"Tapi lo juga mau-mau aja tuh" Sambung Lala. Kinan terkekeh, "Ya kan lumayan, bisa liat Bang Lintang tiap hari" Jawab Kinan sambil senyum-senyum sendiri.
Ana terkekeh, "Lo suka sama Lintang?" Tanya Ana penasaran.
"Bucinnya Abang gue tuh" Jawab Lala. Kinan hanya tersenyum lalu mengangguk membenarkan.
"Kalian udah sahabatan dari kapan?" Tanya Ana.
"Dari SD" Jawab Kinan. "Eh, lo temenan sama Kak Lintang plus temen-temennya dari kapan?" Sambung Kinan.
"Emm, belum lama sih, waktu itu gue ketemu Raga waktu di hukum gara-gara terlambat. Terus Raga ajak gue duduk bareng mereka di kantin, gue kenalan deh sama mereka" Jawab Ana.
Kinan dan Lala mengangguk, "Kok lo berdua pacarannya cepet banget sih? Kan baru ketemu. Gue sama Kak Lintang aja yang udah kenal dari dulu, belum ada tanda-tanda tuh" Tanya Kinan.
"Ya kan beda. Nggak tau juga sih, gimana yah? Bingung ngejelasinnya" Jawab Ana.
"Yang penting kan sama-sama suka" Sambung Lala, dan diangguki Ana.
"Lo mah bagus, sama-sama suka, lah gue?" Ucap Kinan dengan wajah murung.
"Sabar Ki, kalau jodoh pasti nggak kemana" Ucap Ana meyakinkan Kinan. Kinan hanya mengangguk lalu memakan cemilannya sambil menatap ke luar jendela.
"Sad girl" Ucap Lala sambil melirik Kinan yang sedang menatap keluar jendela dengan wajah sedihnya.
Ana terkekeh mendengar itu, sedangkan Kinan mengabaikannya.
Jejak!
KAMU SEDANG MEMBACA
RAGANA [END]
Novela Juvenilºººº - RAGANA ALBIANO PUTRA & ANARA ADRIAN - Ragana Albiano Putra. Cowok 18 tahun, yang merupakan salah satu siswa populer di SMA NUSANTARA. Sifatnya yang ceria, membuat orang-orang menganggap bahwa dia baik-baik saja. Tapi tanpa mereka sadari, tern...
![RAGANA [END]](https://img.wattpad.com/cover/283539962-64-k569454.jpg)