[TIGA BELAS]
Seperti yang dikatakan Raga, ia akan membuktikan bahwa dia serius dengan perkataannya.
Raga sangat baik dan perhatian pada Ana. Apa pun yang di minta Ana, ia akan berusaha menuruti, walaupun aneh-aneh.
Ana memanfaatkan situasi ini untuk menjahili Raga. Ia selalu menyuruh-nyuruh Raga tanpa henti, mentraktirnya makan, membawakan tas dan tumpukan buku, membersihkan meja dan kursinya, dan lain-lain. Jika Raga tidak mau, Ana akan menyinggung perkataan Raga yang katanya mau membuktikan perkataannya.
Saat ini kelas Ana sedang jamkos, karena guru-guru sedang rapat. Kelas dipenuhi dengan suara-suara manusia, sangat ribut. Ada yang konser sambil memukul meja sebagai alat musik, ada yang saling menjahili temannya, ketawa-ketawa, ngegosip, dan lain-lain, begini lah jika tidak ada guru. Kacau.
Ana hanya melihat kelakuan temannya sesekali ikut tertawa jika ada yang lucu. Ana menghela nafas, "Biasanya kalo lagi jamkos gini, gue cerita-cerita sama Deon" Gumam Ana. Selanjutnya ia melamun.
Deon sudah tidak pernah ke sekolah, Ana tidak pernah melihat Deon di dalam kelas, maupun di luar kelas. Ana juga sebenarnya bingung, penasaran, heran, dan khawatir. Walaupun kelakuan Deon padanya terbilang kelewatan, tapi Ana masih ada rasa khawatir pada Deon. Bagaimanapun juga, Bagi Ana, Deon tetap temannya.
"HEYYOO! ADA YANG MAU DI NYANYIIN GAK NIH? MUMPUNG LAGI BAIK! SEBUT JUDUL AJA, KALO TAU GUE GASS" Teriak teman cowok Ana yang sedari tadi terus menyanyi di meja guru, dia Koko. Dia bisa dibilang artis kelas, karena suaranya yang bagus, apalagi dia juga tampan. Makanya, ia dijuluki artis kelas.
"GUE DONG! NYANYIIN GUE WOY!"
"GUE LAH, GUE!"
"NGGAK! GUE DULU!"
Teriak cewek-cewek didalam kelas. Sedangkan para cowok mengendus kesal dan memutar bola matanya.
"Mulai lagi dah" Gumam salah satu cowok.
"OKE-OKE! SABAR GUYS, SABAR. SATU-SATU DULU, KEBAGIAN SEMUA KOK" Teriak cowok yang bertugas sebagai pemain alat musik yang di sebut meja guru. Dia Ridho, namanya memang sama dengan salah satu guru yang ada di sekolah ini.
"OKE! Semuanya mohon diem dulu yeh. Gue tunjuk satu-satu deh, biar ga rebutan" Ucap sang penyanyi sambil mengedarkan pandangannya.
"Ih beneran gak sih? Kok gue ga percaya?"
"Gue juga kayak nggak percaya gitu sih, si A-"
"WOY! ITU YANG DI POJOK SUARANYA DI KECILIN NAPA? GOSIP MULU!" Koko meneriaki dua cewek yang sedang bergosip ria dikursi dekat tempat duduk Ana. Dua cewek itu hanya terkekeh kemudian melanjutkan urusan mereka dengan suara pelan.
"Oke lanjut! Gue pilih yang... lu deh, yang item yang item" Ucap Koko pada cewek berkulit hitam. Sontak mereka semua tertawa dengan panggilan Koko yang seperti sedang menghina, tak terkecuali Ana, ia juga ikut tertawa.
Cewek tersebut hanya menatap sinis pada Koko, "Serah lo deh, gue item tapi gue cantik" Ucap si hitam sambil mengibaskan rambut pendeknya. Mereka yang melihat itu, berlagak seolah-olah ingin muntah. "Ck! Udah deh udah. Emm, gue mau lagu.. lagu apa yah.." Ucap si hitam memikirkan lagu yang akan ia minta.
"Cepetan dong, kita juga mau" Ucap salah satu cewek. "Iya deh iya. Gue request lagu upin&ipin aja deh, kesukaan gue"
"Yee udah gede sukanya si botak. Cocok tuh sama jarjit, sama-sama item" Ucap Koko disertai tawanya dan teman-temannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
RAGANA [END]
أدب المراهقينºººº - RAGANA ALBIANO PUTRA & ANARA ADRIAN - Ragana Albiano Putra. Cowok 18 tahun, yang merupakan salah satu siswa populer di SMA NUSANTARA. Sifatnya yang ceria, membuat orang-orang menganggap bahwa dia baik-baik saja. Tapi tanpa mereka sadari, tern...
![RAGANA [END]](https://img.wattpad.com/cover/283539962-64-k569454.jpg)