33. SIAPA A.R?

3.1K 403 180
                                    

Hallo hallo readers nya Asti-!!
Biasakan sebelum membaca
Harap vote sama komen!
Happy reading
.
.
.
.
.
Vote kawan!
.
.
.
.
.
Happy reading

Lia terbangun dari pingsan nya, ia menoleh ke kanan dan kiri. Tidak ada siapa siapa, tetapi ia samar samar mendengar seseorang berbicara.

"Aman bos, ini mau di apain orang nya?"

Lia melihat ke arah depan, disana terlihat laki laki berbadan kekar dan tinggi.

"Ini gue dimana si anjim?" gumam Lia. Ia pun bergerak gerak guna melepas tali di tangan dan kaki nya, Setelah selesai menelfon, lelaki itu berjalan mendekat ke arah Lia.

"Udah bangun ternyata," ucap lelaki tersebut  membuat Lia kaget.

"Ya udah lah, gak liat gue udah buka mata," kesal Lia.

"Berani lo sama gue?" tanya orang tersebut semakin mendekat ke arahnya.

"Berani lah! Gue cuma takut sama Allah SWT. Orang kaya lo mah apanya yang ditakutin, orang sama sama makan nasi," jawab Lia santai, bahkan di wajah nya tidak ada raut ketakutan.

Orang itu terlihat emosi, ia mencengkeram pipi Lia. "Diem disini! Jangan berani berani nya lo keluar," perintahnya tetapi di abaikan oleh Lia. Diam diam, Lia melepas ikatan di tangan nya, ia pun menampar pipi Laki Laki tersebut. Dengan susah payah, ia melepas ikatan di kaki nya.

"Aws, berani ya lo sama gue!" teriak Laki Laki tersebut.

"Udah dibilangin gue takut nya sama Allah SWT juga, masi ngeyel lo," jawab Lia lalu berdiri dari duduk nya.

Ia pun berlari keluar, sebelum sampai  di pintu gudang. Tas nya ditarik dari belakang membuat ia jatuh ke lantai. "Aws, sakit. Lo kalo narik kira kira dong!"

Laki laki itu semakin mendekat ke arah Lia, sampai sampai Lia terpentok ke tembok. "L-lo, jangan macem macem sama gue ya!" sentak Lia. Laki laki itu tersenyum miring.

"Salah lo sendiri udah main main sama gue," ucap Laki laki itu.

Dengan sekuat tenaga, Lia menendang aset berharga milik Laki laki itu. Seketika Laki laki itu terjatuh sambil memengangi aset nya. Lia pun berlari ke pintu gudang. Dengan tergesa gesa ia membuka pintu gudang tersebut. Setelah berhasil, ia berlari ke arah jalanan. Saat berlari, Lia tidak melihat kanan dan kiri.

Tin....

Cit....

"AAAA!" teriak nya kaget. Orang yang hampir menabrak Lia pun turun dari motor nya.

"Heh, kalo jalan liat liat dong! Jangan asal sebrang. Untung gak ketabrak," kesal orang itu. Lia mendongkok kan kepala nya.

"KAK FIAN!"

"LIA!"

Ya orang yang hampir menabrak Lia itu Fian. Fian dengan cepat menghampiri Lia. "Lo ngapain disini? Ini udah malem Li," ucap Fian cemas.

"Anu kak, tadi gue--"

"Stop, sekarang gue anterin lo pulang okay?" Lia mengangguk lalu berdiri dibantu dengan Fian. Mereka pun pulang ke rumah Lia.

ALVALIA [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang