1

4.3K 230 6
                                        

"Haechan... Haechan... HAECHAN!"

"Ne, omma..." sahut pemuda itu.

"Cepat mandi, sarapan, lalu berangkat," ujar wanita paruh baya tersebut pada putranya yang tengah menjemur pakaian di atas.

Haechan, pemuda yang memiliki nama asli Lee Donghyuk, adalah putra kelima dari lima bersaudara. Ya, ia adalah anak maknae keluarga Lee.

Jika kalian berpikir menjadi maknae berarti akan selalu dimanja, maka itu benar—setidaknya dalam hal kasih sayang dan aturan. Ia memang dimanja, tetapi juga harus mengikuti seluruh aturan yang berlaku dalam keluarganya.

Tak ada aturan tertulis maupun tidak tertulis yang memaksanya menaati semuanya. Namun anehnya, secara alami ia menjalani itu semua, meski terkadang rasa lelah kerap menyertainya.

***

Dering ponsel terus bersautan. Sang pemilik sengaja mengabaikannya karena hari ini ia terlambat berangkat ke kampus.

Seperti biasa, untuk sampai ke kampus Haechan harus menaiki kereta bawah tanah, lalu melanjutkannya dengan bus. Perjalanan dari rumah hingga kampus memakan waktu sekitar dua jam—jarak yang harus ia tempuh setiap hari demi menuntut ilmu.

Sesampainya turun dari bus, Haechan berlari menyusuri jalan dan lorong kelas. Ia baru saja mendapat kabar bahwa profesor yang mengajar mata kuliahnya telah tiba beberapa menit sebelumnya.

"Permisi, Prof. Cho. Bolehkah saya mengikuti kelas Anda?" tanya Haechan setibanya di ruang kelas.

"Siapa namamu?" ujar Prof. Cho dengan nada ketus.

"Lee Donghyuck-imnida."

Haechan akhirnya diperbolehkan masuk dengan syarat bahwa ini adalah kali pertama sekaligus terakhir ia datang terlambat ke kelas tersebut.

Sekadar informasi, Haechan kini telah memasuki semester lima. Ia mengambil jurusan Ekonomi Bisnis—bukan karena ia menyukainya, melainkan karena keinginan keempat saudaranya. Ya, kalian tidak salah dengar... eh, maksudnya tidak salah baca, hehe.

Hari itu Prof. Cho mengisi kelas Akuntansi Manajerial, mata kuliah yang penuh dengan angka dan rumus. Seluruh penghuni kelas terdiam. Ada yang diam karena fokus memperhatikan materi, ada yang diam karena tidak memahaminya, dan ada pula yang diam karena mengantuk.

Di akhir penjelasannya, Prof. Cho memberikan sebuah soal.

"Siapa pun yang mampu menjawab soal ini, dipastikan minggu depan tidak perlu mengikuti kuis saya."

Kelas seketika riuh. Bagaimana mungkin mereka menjawab soal yang bagi mereka hanya berisi angka-angka yang seakan menari?

Tak lama kemudian, suasana kembali hening saat seorang pemuda yang datang terlambat dengan penuh percaya diri maju ke depan kelas dan menyelesaikan soal tersebut. Prof. Cho hanya tersenyum tipis sambil mencatat nama Haechan—Lee Donghyuk—di buku catatannya.

***

"Haechan, bagaimana kau bisa menyelesaikan soal tadi? Bukankah kau datang terlambat?" tanya Na Jaemin, temannya, dengan penuh rasa penasaran.

"Ya, benar," sambung Lee Jeno. "Bagaimana bisa?"

"Itu karena kalian," jawab Haechan santai sambil memakan bekalnya.

"Hah???!!" Keduanya terlihat bingung

"Bukankah kalian tadi meneleponku saat Prof. Cho menjelaskan semuanya? Kalau bukan karena kalian, aku tidak akan bisa menyelesaikannya," jelas Haechan dengan senyum simpul.

Jaemin dan Jeno hanya mengangguk-anggukkan kepala. Kini mereka mengerti mengapa Haechan, di usianya yang sekarang, sudah berada di semester lima bangku perkuliahan.

Lee Donghyuk aka HaechanAnak kelima dari lima bersaudaraRajin dan pintar dalam segala pelajaranUntuk orang baru mengenalnya dia itu pendiam dan dinginUntuk yang sudah mengenalnya dia orang terberisik yang pernah ditemui

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Lee Donghyuk aka Haechan
Anak kelima dari lima bersaudara
Rajin dan pintar dalam segala pelajaran
Untuk orang baru mengenalnya dia itu pendiam dan dingin
Untuk yang sudah mengenalnya dia orang terberisik yang pernah ditemui

Lee Donghyuk aka HaechanAnak kelima dari lima bersaudaraRajin dan pintar dalam segala pelajaranUntuk orang baru mengenalnya dia itu pendiam dan dinginUntuk yang sudah mengenalnya dia orang terberisik yang pernah ditemui

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Na Jaemin

Satu tahun lebih tua dari Haechan
Orang pertama yang Haechan kenal saat baru memasuki dunia perkuliahan
Jaemin itu sebelas duabelasnya Haechan
Haechan + Jaemin = Aneh

Satu tahun lebih tua dari HaechanOrang pertama yang Haechan kenal saat baru memasuki dunia perkuliahanJaemin itu sebelas duabelasnya HaechanHaechan + Jaemin = Aneh

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Lee Jeno

Seumuran dengan Jaemin tapi Jaemin memanggilnya hyung, sama seperti Haechan.
Lebih kalem, lebih logis
Menjadi saksi keanehan oknum Haechan dan Jaemin

A Dream ~ LEE HAECHANTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang