Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

I.M : 4 ✔️

99.5K 7.4K 43
                                        


Episode 4.


Serena menatap Acavella dengan khawatir, pasalnya selama dua jam ini Acavella terus merengek dan akan berhenti bila di kasih biskuat baby atau susu.

"apa nona demam"gumamnya.

Tangan besar Serena ia tempelkan pada dahi kecil Acavella yang asik mengemut biskuat, dengan mata menatap tv menampilkan film kartun lucu.

Ia tertawa kala melihat hal lucu di film itu, hampir saja ia terjungkal kebelakang bila Serena tak menahan punggung kecil Acavella, bisa-bisa Acavella juga akan tersedak nantinya.

"nona pelan-pelan makan nya"nasihat Serena.

Acavella menoleh dan menatap Serena imut dengan mulut yang mengunyah....Serena tersenyum gemas melihatnya, seakan-akan ia mengerti bahwa tatapan Acavella mengatakan terimakasih dan maaf.

"tak apa nona...sepertinya anda sangat lapar sampai sedari tadi ingin makan terus menerus"ujar Serena.

"memang, walau perut baby ada kapasitasnya, tapi aku benar-benar belum mau berhenti makan.Memang tabiatnya aku ini sering nyemil."

Acavella Kembali menonton film dengan judul 'larva'

"Serena."

Serena menoleh, ia menatap Ziro yang menghampiri nya "apa?"jengahnya karna Ziro malah terfokus pada Acavella yang imut.

"big bos memanggilmu."

Mendengar kata 'big bos' Acavella langsung menoleh juga dan menatap Ziro, ia menjatuhkan biskuit yang di pegangnya dan mulai merangkak ke Serena yang duduk di sampingnya.

"naa.....uuuu."

"nona mau ikut saya?" walau tak terjawab pertanyaan nya, Serena tetap menggendong Acavella karna nona mudanya itu ingin ia gendong dan berarti itu adalah kode bukan?

"apa nona boleh ikut?"tanya Serena berdiri dari duduknya.

"sepertinya....aku hanya di suruh memanggilmu saja."

"baiklah."

Serena berjalan duluan di ikuti iro di belakangnya, kepala Acavella menoleh kebelakang dan menatap Ziro.

"kembar beda wajah."

"Ziro...berhenti meledeki nona Acavella"tegur Serena, walau ia tak melihatnya, tapi tangan mungil nona mudanya itu terus memukul bagian punggungnya dan badannya yang sedikit menggeliat karna kesal.

Ziro yang sedang me-melet-meletkan lidahnya dengan komuk mengesalkan bertujuan untuk menjahili baby lucu itu terhenti karna teguran Serena.

Ziro berdehem "gak tuh"balasnya.

Padahal ekspresi Acavella sudah misuh-misuh dengan alis yang masih tipis itu saling bersahutan dan wajah kesal menggemaskannya.

"AAAAA....."teriak Acavella saat Ziro menjahilinya lagi dengan akan menggigit tangan mungil Acavella.

Plak!

"apa sih anjir!"kesal Ziro karna kembarannya itu tiba-tiba datang dan langsung menggeplak badan belakang Ziro, sakit tau!

"ntar nages lo gak bisa nenanginnya "cibir Ziro.

Ziro mencibirkan bibirnya, ia Kembali menjahili Acavella dengan wajah yang di ubah-ubah dan gigi yang di maju mundurkan.

Acavella menatap Ziro dengan kesal, ia ingin sekali menjambak lelaki itu kalau pun bisa.

Acavella berbalik saat Serena akan tiba di ruangan Zayden.

its me {LENGKAP}Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang