I.M : 35✔️

51.7K 4.1K 38
                                        

Episode 35

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Episode 35.





Acavella Bersama kedua sahabatnya berjalan beriringan menuju parkiran.

Bel pulang sekolah sudah berbunyi sedari tadi membuat mereka semua keluar dari kelas menuju parkiran.

Langkah Acavella yang terhenti membuat keduanya juga berhenti.

"kenapa?"

"tuh.."tunjuk Eliza yang melihat inggrid sedang membuly..

"siapa itu"gumam Felicia penasaran.

"eh..eh"Felicia menahan salah satu teman inggrid yang akan menghampiri inggrid.

"apa?!"ketusnya

Felicia membelakan matanya "mau gw hukum lo?"

"ya-yaudah kenapa"gugupnya, nyalinya menciut karna Felicia adalah sahabat dari ketua osis riolex yang terkenal arogan dan cuek.

"itu siapa, yang di bully temen lo?"tanya Eliza ikut menimpal.

Teman inggrid mengalihkan pandangannya menatap inggrid yang membuly siswi itu "ohh..Hanna, yang tadi nyenggol bahu lo "jujurnya menatap Acavella hanya 0,1 detik, ia tak berani bertatapan dengan mata dingin dan wajah datar itu.

Ketiganya mengangguk kecil mendengarnya, Inggrid menyudahi acara buly-buly-an nya lalu menoleh ke temannya yang sedari tadi ia tunggu, siswi itu menghampiri inggrid dan memberikan sebuah kantung hitam.

Acavella menyerngit melihat tepung, telur dan minyak ikan..yang nantinya di campur entah baunya semerbak apa !

Eliza meringis pelan karna melihat Hanna yang sudah terduduk di lantai di siram dengan telur, tepung dan minyak ikan.

"kurang banyak."

Inggrid menolehkan kepalanya, ia menggeram karna melihat Acavella.Selama ini ketua osis sialan itu selalu mengangguk aksinya.

"apa lagi?!"

"gw bilang, kurang banyak"setelah mengucapkan itu Acavella berlalu membuat kedua sahabatnya langsung menyusul sedangkan Inggrid dan Hanna mematung mendengarnya.

Hanna menoleh sedikit pada Acavella yang sudah tak terlihat, tangannya terkenal.

Kenapa ia tak menolong dirinya? Padahal waktu itu ia menolong dirinya.

"kenapa lo gak nolongin Hanna-Hanna itu?"tanya Felicia kepo.

"ngapain di tolongin, kata mami kalo orang jahat sama kita, jangan terlalu baik"celetuk Eliza membuat Acavella menoleh dan mengangguk singkat.

Ia merangkul kedua bahu sahabatnya secara tiba-tiba "prinsip gw kalo dia baik, gw juga baik dan sebaliknya."

Felicia mengangguk samar membenarkan "kita juga engga tau seperti apa orang itu, yang kita lihat hanya cover nya aja."

its me {LENGKAP}Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang